Rhany Chairunissa Rufinaldo
11 Desember 2019•Update: 11 Desember 2019
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Angkatan Laut Amerika Serikat menangguhkan latihan terbang bagi 300 siswa penerbangan militer Arab Saudi di pangkalan angkatan laut Florida setelah terjadi penembakan mematikan pekan lalu di Kota Pensacola, menurut sejumlah laporan, Selasa.
Warga negara Arab Saudi, Mohammed Alshamrani, Letnan dua di Royal Saudi Air Force yang juga merupakan siswa perwira penerbangan angkatan laut di Komando Sekolah Penerbangan Angkatan Laut, melakukan penembakan di Stasiun Udara Angkatan Laut (NAS) Florida yang menewaskan tiga pelaut pada Jumat lalu.
Alshamrani juga melukai delapan lainnya sebelum ditembak hingga tewas oleh seorang deputi sheriff.
Menurut Fox News, yang mengutip Komandan Angkatan Laut Clay Doss, kegiatan belajar di kelas dan latihan terbang akan dilanjutkan untuk siswa lain pekan ini.
Doss tidak memberikan informasi kapan penangguhan itu akan berakhir.
Menurut harian The Hill, sekitar 850 siswa militer Saudi saat ini sedang dilatih di Amerika Serikat.
Tak lama setelah penembakan itu, anggota Kongres dari Florida, Matt Gaetz, mengatakan insiden tersebut menunjukkan kegagalan serius dalam proses pemeriksaan dan cara AS mengundang peserta pelatihan ke komunitasnya.
"Saya bekerja sama dengan Departemen Pertahanan, Departemen Luar Negeri, dan Keamanan Dalam Negeri untuk memastikan ada pemeriksaan ekstrem bagi orang-orang yang datang ke negara kami dan berlatih di pangkalan kami," kata Gaetz melalui Twitter.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Mark Esper sebelumnya mengatakan bahwa dia tidak akan menyebut penembakan itu sebagai aksi terorisme.
"Saya tidak bisa mengatakan itu terorisme saat ini," ujar Esper pada Forum Pertahanan Nasional Ronald Reagan di California.