Lina Altawell
17 Agustus 2026•Update: 17 Agustus 2026
Hamas pada Senin (17/08), menyambut pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyerukan agar Israel menghentikan serangannya di Jalur Gaza.
“Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Presiden Trump terhadap jalur gencatan senjata,” kata juru bicara Hamas Hazem Qassem dalam sebuah pernyataan.
Qassem juga menyerukan kepada Trump untuk “menekan pemerintah pendudukan Israel agar mematuhi kesepakatan yang telah dicapai untuk memulai tahap kedua rencana perdamaian Gaza yang digagas Trump.”
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah laporan mengenai pelanggaran gencatan senjata oleh Israel, termasuk serangan udara, penembakan artileri dan tembakan senjata api yang disebut terus menewaskan warga Palestina di berbagai wilayah Gaza hampir setiap hari.
Sebelumnya pada Senin, Trump mengatakan Israel “seharusnya tidak menyerang Gaza”. Ia juga menyebut Hamas telah menyatakan kesediaannya untuk meletakkan senjata jika Israel memenuhi kewajibannya berdasarkan rencana perdamaian tersebut.
Trump mengatakan Amerika Serikat memiliki saluran komunikasi terpisah dengan Hamas. Ia juga menyatakan bahwa pada akhirnya Hamas akan “menyerahkan senjata mereka”.
Pernyataan Trump muncul ketika Washington terus mendorong upaya untuk menerapkan rencana perdamaian Gaza yang mencakup pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel dari wilayah Gaza.
Menurut sejumlah perkiraan, operasi militer Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Konflik tersebut juga disebut telah menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur di Gaza.