Syed Zafar Mehdi
16 Januari 2024•Update: 19 Januari 2024
TEHERAN, Iran
Iran menembakkan sejumlah rudal balistik ke titik target “kelompok teroris” di Irak dan Suriah pada Senin malam, kata Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam sebuah pernyataan.
IRGC mengatakan “markas mata-mata” dan “perkumpulan kelompok teroris anti-Iran” di Suriah dihancurkan dengan rudal balistik tersebut, menurut media pemerintah.
Teheran juga menyebut serangan itu merupakan respons terhadap “kejahatan teroris baru-baru ini” yang dilakukan kelompok anti-Iran, mengacu pada serangan bom ganda di kota Kerman awal bulan ini dan serangan terhadap kantor polisi di provinsi Sistan-Baluchestan pada Desember.
“Komandan dan anggota penting” yang terlibat dalam serangan baru-baru ini di Kerman dan Rask diidentifikasi tengah berada di Suriah dan telah menjadi sasaran rudal balistik pada Senin malam.
Setidaknya 93 orang tewas setelah dua pelaku bom bunuh diri meledakkan diri mereka dalam sebuah acara besar di Kerman.
Serangan itu terjadi pada peringatan empat tahun kematian mantan komandan militer Iran Jenderal Qassem Soleimani.
Dalam insiden terpisah pada pertengahan Desember lalu, sedikitnya 11 polisi tewas saat sebuah kantor polisi diserang di kota Rask di provinsi barat daya Sistan-Baluchestan yang berbatasan dengan Pakistan.
Pada Minggu, kepala polisi Iran Brigadir Jenderal Ahmad Reza Radan mengumumkan penangkapan pelaku serangan di Rask. Terdakwa utama dalam serangan Kerman, dua warga negara Tajikistan, juga telah ditangkap.
IRGC mengatakan pihaknya juga menyerang markas besar agen mata-mata Israel Mossad di wilayah Kurdistan di Irak dengan rentetan rudal.
Markas tersebut telah menjadi “pusat pengembangan operasi mata-mata dan perancangan kegiatan teroris di wilayah tersebut dan Iran,” kata pernyataan itu.
Laporan media menyebutkan serangan itu terjadi di sekitar konsulat AS di Erbil.
Ketegangan meningkat antara Iran dan AS di tengah perang Israel di Gaza dan perkembangan regional, termasuk serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah oleh Houthi yang didukung Iran.