Rhany Chairunissa Rufinaldo
13 Februari 2019•Update: 14 Februari 2019
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Jepang mulai menyelidiki pembangkit listrik tenaga nuklir yang hancur di Fukushima, sebuah laporan media mengatakan pada Rabu.
Para ilmuwan di Tokyo Electric Power Co. (TEPCO), yang memasok listrik ke Stasiun Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi yang lumpuh, meluncurkan penyelidikan pada Rabu, lansir harian The Mainichi.
Penyelidikan tersebut akan mencoba melakukan kontak pertama dengan sisa-sia bahan bakar nuklir di dalam reaktor nomor dua pembangkit listrik tenaga nuklir di timur laut Fukushima, kata laporan berita itu.
Pada 2011, Gempa Besar Jepang Timur menghantam Fukushima, memicu kebocoran pembangkit dari tiga reaktor nuklir setelah sistem pendingin gagal berfungsi.
Gempa bumi kemudian memicu tsunami besar yang memutuskan aliran listrik.
Pemerintah Jepang dan TEPCO tahun lalu memutuskan untuk memilih reaktor pertama di stasiun Fukushima tempat bahan bakar nuklir yang tersisa untuk diekstraksi.
Puluhan dari ratusan warga di sekitarnya harus mengungsi dari rumah mereka, ketika reaktor yang rusak melepaskan sejumlah besar bahan radioaktif ke udara.
"Pemeriksaan puing-puing itu menggunakan perangkat yang dioperasikan dari jarak jauh, yang dimulai tak lama setelah jam 7 pagi waktu setempat dan akan mencoba untuk menahan, mengangkat puing-puing dan memeriksa statusnya di lantai kapal penampung reaktor," tulis laporan Mainichi.
Perangkat ini memiliki dua jari sepanjang kira-kira 3 centimeter, yang mampu menahan objek seberat hingga 2 kilogram, serta terpasang kamera di ujungnya.
“Peralatan itu ditempatkan di dalam kapal melalui pipa yang dapat diperluas dari 11 meter menjadi 15 meter panjangnya. Puing-puing akan tetap berada di dalam reaktor selama pengujian,” tambahnya.