23 Mei 2026•Update: 23 Mei 2026
Jumlah korban tewas akibat ledakan gas di tambang batu bara di Provinsi Shanxi, China utara, meningkat menjadi sedikitnya 82 orang, menurut laporan kantor berita pemerintah Xinhua pada Sabtu.
Ledakan terjadi pada Jumat malam di tambang batu bara Liushenyu di Kabupaten Qinyuan ketika 247 pekerja berada di bawah tanah saat insiden berlangsung.
Tim tanggap darurat masih dikerahkan di lokasi untuk melanjutkan pencarian pekerja yang hilang serta menilai dampak penuh dari bencana tersebut.
Pemerintah China juga telah meluncurkan penyelidikan terkait penyebab ledakan.
Presiden China Xi Jinping memerintahkan upaya penyelamatan secara maksimal bagi para pekerja yang masih hilang serta penanganan medis segera bagi korban luka.
Xi juga meminta penyelidikan menyeluruh terhadap penyebab insiden dan menegaskan pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai hukum.
Ia mendesak otoritas di seluruh China mengambil pelajaran dari kejadian tersebut dengan memperkuat pengawasan keselamatan kerja dan meningkatkan upaya pencegahan risiko tersembunyi guna menghindari kecelakaan serupa.
Perdana Menteri Li Qiang turut menginstruksikan pejabat terkait untuk meningkatkan koordinasi penyelamatan dan melakukan pembenahan keselamatan yang lebih luas di sektor-sektor industri utama.
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Zhang Guoqing dikirim ke lokasi untuk mengawasi operasi tanggap darurat dan pemulihan.