Mohammed Samea, Rania Abushamala
14 Agustus 2026•Update: 14 Agustus 2026
Sedikitnya 27 anggota kelompok Houthi tewas dan 19 lainnya terluka dalam serangkaian serangan di front Al-Barh, Provinsi Taiz, Yaman barat daya, selama tiga hari terakhir, menurut Pasukan Perlawanan Nasional yang berafiliasi dengan pemerintah Yaman pada Jumat.
Kantor berita 2 December yang berafiliasi dengan Pasukan Perlawanan Nasional melaporkan lebih dari 27 anggota Houthi tewas dalam serangan pasukan tersebut di front Al-Barh, wilayah barat Provinsi Taiz.
Pasukan Perlawanan Nasional dipimpin Tareq Saleh, anggota Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman.
Menurut laporan tersebut, serangan itu juga menyebabkan 19 anggota Houthi terluka.
Sejumlah kendaraan militer Houthi dilaporkan terbakar atau tidak dapat digunakan akibat serangan tersebut, tetapi jumlahnya tidak disebutkan.
Belum ada tanggapan langsung dari kelompok Houthi mengenai laporan tersebut.
Sebelumnya pada Kamis, stasiun televisi pemerintah Saba TV melaporkan Houthi telah menggelar pemakaman bagi 57 anggotanya dalam kurun waktu 10 hari.
Namun, laporan tersebut tidak memberikan perincian mengenai lokasi maupun situasi yang menyebabkan kematian mereka.
Yaman mengalami kondisi yang relatif tenang sejak April 2022 dalam perang yang dimulai hampir 12 tahun lalu antara pasukan pemerintah dan Houthi.
Kelompok Houthi menguasai ibu kota Sanaa serta sejumlah kota dan provinsi lainnya sejak September 2014.
Namun, pertempuran kembali terjadi di sejumlah provinsi dalam beberapa pekan terakhir, termasuk Marib, Al-Jawf, Al-Dhalea, dan Taiz, sementara negara tersebut terus menghadapi salah satu krisis kemanusiaan dan ekonomi terburuk di dunia.
Koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional memberikan dukungan kepada pasukan pemerintah, sementara Iran dituduh mendukung kelompok Houthi.
Houthi pada Juli mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi.