Fatih Erel
06 Juni 2018•Update: 06 Juni 2018
Fatih Erel
JENEWA
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan kebijakan intoleran terhadap para migran yang memasuki negara itu secara ilegal, yang kemudian menjadi sasaran tuntutan pidana sehingga anak-anak mereka dipisahkan dari mereka.
"Praktik pemisahan keluarga-keluarga itu adalah campur tangan yang sewenang-wenang dan melanggar hukum, dan merupakan pelanggaran serius terhadap hak-hak anak," kata juru bicara Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Ravina Shamdasani, saat konferensi pers di Jenewa.
Menurut dia, ratusan anak telah terpisah dari keluarga mereka sejak Oktober lalu.
"Mayoritas orang yang tiba di perbatasan selatan AS berasal dari Honduras, Guatemala, dan El Salvador. Kebanyakan dari mereka merasa tidak aman karena kekerasan atau berbagai pelanggaran hak lainnya, seperti hak mendapatkan fasilitas kesehatan, pendidikan, dan perumahan," ungkap Shamdasani.
"AS harus segera berhenti memisahkan keluarga dan menghentikan pelanggaran administratif," tegas dia.
"Kami meminta otoritas AS untuk mengadopsi alternatif bukan penahanan yang memungkinkan anak-anak untuk tetap bersama keluarga mereka dan mendapatkan hak-hak mereka, yaitu hak untuk bebas dan hak untuk hidup dengan keluarga," kata Shamdasani lagi.