Hasan Isilow
21 Agustus 2023•Update: 23 Agustus 2023
JOHANNESBURG
Lebih dari 20 negara secara resmi mendaftarkan diri untuk bergabung dengan BRICS, sebuah blok ekonomi baru yang terdiri dari negara berkembang Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.
“Kelompok BRICS yang diperluas akan mewakili negara yang beragam dengan sistem politik berbeda yang memiliki keinginan yang sama untuk memiliki tatanan global yang lebih seimbang,” kata Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa pada Minggu malam dalam pidato yang disiarkan di televisi.
Afrika Selatan akan menjadi tuan rumah KTT BRICS ke-15 di Johannesburg, yang akan dihadiri oleh Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva, Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Presiden Rusia Vladimir Putin akan diwakili oleh Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov.
Pada Maret, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Putin, hal tersebut telah menghalanginya untuk menghadiri pertemuan KTT itu, yang dijadwalkan akan diadakan dari 22-24 Agustus.
Afrika Selatan adalah penandatangan Statuta Roma, yang merupakan pendiri pengadilan tersebut.
Presiden Xi akan tiba di Afrika Selatan pada Senin, sehari sebelum KTT dimulai, pada kunjungan kenegaraannya yang keempat ke negara tersebut.
Afrika Selatan memiliki hubungan strategis dengan China dan diperkirakan akan menandatangani beberapa kesepakatan selama kunjungan Presiden China Xi.
Ramaphosa mengatakan bahwa lebih dari 30 kepala negara dan pemerintahan dari seluruh benua Afrika akan menghadiri KTT tersebut.
Dia mengatakan mereka ingin membangun kemitraan antara BRICS dan Afrika, sehingga benua itu dapat membuka peluang peningkatan perdagangan, investasi, dan pembangunan infrastruktur.
Ramaphosa mengatakan selain menjamu para pemimpin Afrika lainnya, mereka juga akan menyambut para pemimpin dari beberapa negara Global South.
Para tamu tersebut termasuk para pemimpin dari Karibia, Amerika Selatan, Timur Tengah, Asia Barat, Asia Selatan dan Asia Tenggara.
Dia mengatakan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga akan menghadiri KTT tersebut atas undangan dari blok tersebut.
‘‘Dukungan kami untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa ada di samping keyakinan kuat kami bahwa lembaga multilateral utama ini membutuhkan reformasi sejati untuk menjadikannya lebih demokratis, representatif, dan efisien,” kata pemimpin Afrika Selatan itu dalam pidatonya.
Dia mengatakan Dewan Keamanan PBB harus diubah menjadi badan yang lebih inklusif, lebih efektif yang mampu menjamin perdamaian dan keamanan.
Ramaphosa mengatakan negaranya mendukung perluasan keanggotaan BRICS, yang nilainya melampaui kepentingan anggotanya saat ini.
BRICS saat ini mewakili seperempat dari ekonomi global, seperlima dari perdagangan global, dan merupakan rumah bagi lebih dari 40 persen populasi dunia.