Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
04 Februari 2020•Update: 04 Februari 2020
TEHERAN
Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan bahwa negaranya akan berkomitmen pada janjinya jika anggota perjanjian nuklir lain juga memenuhi kewajiban mereka.
Dalam pertemuannya dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell di Teheran pada Selasa, Rouhani mengatakan bahwa Iran masih siap bekerja sama dengan UE untuk menyelesaikan masalah.
"Ketika pihak lain menerapkan kewajiban penuhnya, Iran juga akan berkomitmen pada kewajibannya," imbuh dia.
Mengenai langkah-langkah Teheran dalam konteks mengurangi kewajiban nuklirnya, Rouhani mengatakan langkah ini berada di bawah perjanjian nuklir bersama dengan tujuan melestarikannya.
Rouhani juga mengatakan kerja sama antara Iran dan Uni Eropa bertujuan untuk menyelesaikan banyak masalah regional dan internasional.
"Iran tetap berkomitmen untuk proses pemantauan Badan Energi Atom Internasional yang masih ada saat ini dan ini akan berlanjut jika [Iran] tidak menghadapi keadaan baru," ujar dia.
Kesepakatan nuklir Iran, juga dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama, ditandatangani pada 2015 antara Iran dan Rusia, China, Prancis, Amerika Serikat, Inggris dan Jerman.
Ketegangan antara AS dan Iran meningkat sejak Mei 2018, ketika Washington secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir.
Sejak itu, Washington memulai kampanye diplomatik dan ekonomi untuk menekan Iran agar bersedia menegosiasikan kembali perjanjian tersebut.
Sebagai bagian dari kampanyenya, AS juga memberlakukan kembali sanksi terhadap ekspor minyak mentah Iran, yang sangat mempengaruhi perekonomian Iran.
*Bassel Ibrahim berkontribusi pada berita ini dari Ankara.