'Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Beberapa hal yang telah dilakukan dan diucapkan oleh Presiden AS Donald Trump "tidak mencerminkan Amerika yang kami kenal," kata Walikota London Sadiq Khan.
Mencuitkan kembali cuitan anti-Muslim dari kelompok sayap kanan, Britain First, merupakan "hal yang keliru" untuk dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump dan "dia seharusnya minta maaf," kata Khan.
Berbicara kepada Anadolu Agency sebelum makan malam iftar (buka puasa) yang digelar oleh komunitas Turki di Masjid Aziziye di London Utara, Khan mengungkapkan bahwa Presiden AS seharusnya melihat sendiri kemajemukan di London, yang merupakan "kekuatan".
Khan mengatakan: "AS dan Inggris memiliki hubungan khusus. Kami menyambut AS. Kami menyambut budaya dan warga Amerika, kontribusi yang mereka berikan untuk London. Tapi saya takut bahwa hal-hal yang dilakukan dan diucapkan oleh Presiden AS tidak mencerminkan Amerika yang kami kenal."
"Saya pikir ide mencuitkan kembali cuitan dari kelompok sayap kanan Inggris, British First, yang merupakan kelompok rasis, yang berupaya memecah komunitas, saya rasa, bukan hal yang tepat untuk dilakukan oleh Presiden Trump," ucap dia.
"Menurut saya dia harus meminta maaf karenanya."
Pada 29 November, akun resmi Twitter milik Trump mencuitkan kembali tiga video anti-Muslim dari akun Jayda Fransen, wakil kepala Britain First.
Khan mengatakan Trump "juga memberikan kesan bahwa tidak mungkin menjadi orang Barat sekaligus Muslim."
"Dia [Trump] memberikan kesan seolah dengan menjadi Muslim, mengikuti ajaran Islam, tidak sesuai dengan nilai-nilai Barat.
"Saya rasa dia salah. Di London, kami melihat orang yang bangga tinggal di London dan bangga menjadi Muslim.
"Di Amerika, kami melihat contoh orang Amerika yang bangga dan juga bangga menjadi Muslim. Menurut saya, jika dia datang ke London, dia akan melihat sendiri bahwa kemajemukan adalah kekuatan, bukan kelemahan."
Komunitas Turki London
Khan menilai bahwa komunitas Turki di London merupakan warga London dan "mereka telah membantu membuat London menjadi salah satu kota terhebat di dunia.
Dia pun mengucapkan terima kasih kepada komunitas Turki yang tinggal di ibu kota, dan menegaskan bahwa mereka telah berkontribusi untuk kota ini "secara ekonomi, sosial, dan budaya."
"Mereka berkontribusi besar untuk kota kami."
Terkait hubungan kantornya dengan komunitas Turki, Khan mengatakan bahwa "komunitas Turki di London, seperti halnya komunitas lain memerlukan rumah yang terjangkau, pendidikan anak, magang, dan pekerjaan."
Khan berkata bahwa dia mau "memastikan untuk menantang diskriminasi dan Islamofobia" sebab hal ini juga merupakan masalah di komunitas Turki yang tinggal di London sebagai Muslim.
"Kepolisian Metropolitan tidak menoleransi kebijakan yang terkait dengan kejahatan kebencian," imbuh dia.
"Hackney merupakan contoh bagus komunitas Turki di London... bekerja sama dengan anggota parlemen, dewan, dan saya."
Demo PKK
Terkait demonstrasi yang kadang dilakukan oleh pendukung organisasi teroris PKK di London, Walikota London mengatakan bahwa Kepolisian Metropolitan harus menindak organisasi terlarang itu.
"Ide akan adanya kelompok yang memanfaatkan celah itu tidak bisa diterima," ucap Khan.
Khan berujar: "Kepolisian Metropolitan menindak anggota kelompok terlarang tapi jika kasusnya ialah si kelompok terlarang itu memanfaatkan celah yang ada, menurut saya menjadi penting kiranya bagi pemerintah, Sekretaris Dalam Negeri, untuk menutup celah itu."
Aktivitas simpatisan PKK di London semakin diawasi, dengan pertanyaan seputar mengapa pendukung kelompok ilegal itu diperbolehkan berkumpul dan bergerak secara terang-terangan.
Kelompok pemrotes membawa bendera, spanduk, dan poster PKK--membawa tanda kelompok ilegal ini atau dukungannya terhadap pemimpinnya yang dipenjara Abdullah Ocalan – terlihat di jalanan ibu kota Inggris.
Jenderal Konsul Turki Cinar Erkin dan utusan Republik Turki di Utara Siprus Zehra Basaran merupakan tamu dalam makan malam iftar itu.
Perwakilan dari komunitas dan organisasi Turki, Yahudi, dan Kristen juga menghadiri acara tersebut.