Maria Elisa Hospita
11 Maret 2020•Update: 11 Maret 2020
Sarp Ozer
ANKARA
Negosiasi antara pejabat militer Turki dan Rusia tentang patroli gabungan di Idlib, barat laut Suriah, di bawah kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pekan lalu sudah membuat kemajuan.
"Negosiasi berlanjut dengan positif dan konstruktif," ungkap Menteri Pertahanan Hulusi Akar di Ankara pada Rabu.
"Pada 15 Maret, kami berencana memulai patroli gabungan di sepanjang jalan raya M4," tambah dia.
Pekan lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan rekan sejawatnya dari Rusia, Vladimir Putin, menyetujui gencatan senjata baru di Idlib mulai 5 Maret.
Di bawah kesepakatan itu, seluruh aktivitas militer akan berakhir di Idlib dengan pembangunan koridor keamanan sepanjang 6 kilometer (3,7 mil) di utara dan selatan jalan raya M4.
Patroli gabungan Turki-Rusia juga akan dimulai pada 15 Maret di sepanjang jalan raya yang menghubungkan permukiman Trumba ke permukiman Ain al-Havr.
Turki meluncurkan Operasi Perisai Musim Semi pada 27 Februari, setelah sedikitnya 34 tentara Turki tewas akibat serangan udara rezim Assad di Provinsi Idlib.
Di bawah kesepakatan yang dicapai pada 2018 dengan Rusia, pasukan Turki dikerahkan ke Idlib untuk melindungi warga sipil dari serangan rezim dan kelompok-kelompok teror.
Dalam beberapa bulan terakhir, lebih dari satu juta warga Suriah bergerak ke dekat perbatasan Turki karena serangan hebat oleh rezim Assad dan sekutu-sekutunya.