Ekip
17 November 2021•Update: 18 November 2021
KHARTOUM, SUDAN
Ratusan wartawan Sudan pada Selasa mengkritik pelanggaran terhadap kebebasan berekspresi dan kebebasan pers sejak kudeta militer di negara itu akhir bulan lalu.
Para wartawan berkumpul melakukan unjuk rasa di Khartoum dan menyerahkan surat pengaduan kepada Utusan Khusus PBB untuk Sudan guna menuntut pemberian kebebasan dan penghentian pelanggaran hak atas kebebasan berekspresi.
Seorang partisipan demonstrasi Majid Mohamed Ali mengatakan wartawan di negara itu telah menyaksikan peningkatan pelanggaran yang menurutnya menunjukkan mentalitas para pemimpin kudeta.
“Ada sejumlah pelanggaran sejak kudeta. Dua wartawan terluka selama peliputan, salah satunya terkena peluru karet. Lebih dari lima orang telah ditangkap dan yang lainnya dipanggil oleh aparat atau telah ditolak aksesnya ke beberapa daerah,” kata Ali pada demonstrasi itu.
Pelanggaran hak asasi manusia yang luas telah dilaporkan sejak militer mengambil alih negara pada 25 Oktober dengan lebih dari 20 pengunjuk rasa tewas dan lebih dari 100 terluka.