Shenny Fierdha Chumaira
25 Januari 2018•Update: 26 Januari 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Pemerintah menegaskan pentingnya rerouting atau pengaturan ulang terhadap trayek kendaraan umum di Jakarta untuk mendukung terciptanya lalu lintas yang lebih tertib dan efisien.
Meski sudah dilakukan sejak 2017, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mendesak agar pelaksaan rerouting dipercepat, mengingat rerouting sendiri berdampak positif terhadap lalu lintas ibu kota.
Rerouting dinilai dapat membuat angkutan umum berperan lebih signifikan dalam membantu Sistem Angkutan Umum Massal (SAUM) seperti Bus Rapid Transit (BRT), Light Rail Transit (LRT), dan Mass Rapid Transit (MRT) untuk memperluas cakupan layanan sehingga akses kepada masyarakat semakin banyak dan mudah.
Setelah rutenya diatur ulang, angkutan umum akan mendapatkan trayek baru yang kemudian diintegrasikan dengan fasilitas BRT, LRT, MRT, sehingga semakin mudah diakses oleh masyarakat.
"Jadi sebelum LRT dan MRT mulai beroperasi, harus sudah rerouting," kata Ketua Komisi Hukum dan Hubungan Masyarakat DTKJ Ellen Tangkudung di Jakarta, Kamis.
Rerouting juga dapat membuat layanan angkutan umum menjadi lebih tepat sasaran dan menguntungkan sehingga warga tidak perlu sering-sering berganti moda kendaraan untuk mencapai tujuan serta bisa mencapai tujuan dengan waktu tempuh yang lebih singkat.
Hal ini disetujui oleh Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta.
"Kami mendukung tapi rerouting harus dikaji betul-betul trayeknya," ucap Wakil Ketua Umum Organda Jakarta, Jonggir Sitorus.