Hayati Nupus
15 September 2018•Update: 16 September 2018
Hayati Nupus
BANDUNG
Perusahaan alutsista Indonesia PT Pindad mengatakan mesin anjungan minyak goreng otomatis (AMH-o) buatan mereka sudah layak ekspor.
Direktur Utama Pindad Abraham Mose mengatakan selain dapat menjaga higienitas minyak goreng dan mereduksi penggunaan kantong plastik, AMH-o juga memiliki kelebihan lain karena harganya lebih murah ketimbang produk serupa buatan India.
“Kalau produk India sekitar Rp15juta-Rp18 juta, ini cuma separuhnya,” ujar Abraham seusai meluncurkan AMH-o, Sabtu, di Bandung, Jawa Barat.
Pindad, kata Abraham, sudah membidik sejumlah negara yang menjadi target ekspor, India salah satunya.
Fase awal, menurut Abraham, Pindad akan memproduksi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri lebih dulu.
Saat ini, ujar Abraham, Pindad telah memproduksi 20 unit mesin AMH-o.
“Ke depan produksi kita 100 unit per hari,” kata Abraham.
Setelah ini, menurut Abraham, PT Tri Palma Indonesia akan menjadi distributor AMH-o dan menyalurkannya ke sejumlah pabrikan. Sejauh ini sudah ada tiga pabrikan yang resmi mendaftar, di antaranya Sinar Mas, dan Wilmar International.
Mesin ini, ujar Abraham, merupakan hasil kolaborasi Pindad bersama PT Rekayasa Engineering, anak perusahaan PT Rekayasa Industri yang bergerak dalam pelayanan engineering. Rancangan awalnya dikonsep oleh Rekayasa Engineering, kemudian disempurnakan oleh Pindad.
Abraham menjelaskan, bahwa mesin ini diproduksi untuk memenuhi Peraturan Menteri Perdagangan RI nomor 9/MDAG/PER/2/2016 yang mewajibkan peredaran minyak goreng curah menggunakan kantong kemasan sederhana.
Selain itu, menurut Abraham, mesin ini juga bermanfaat untuk mempermudah pedagang eceran memproduksi minyak higienis dan menguntungkan.
Seluruh komponen AMH-o sudah memenuhi standar food grade. Mesin ini, ungkap Abraham, dikendalikan oleh microcomputer untuk memastikan akurasi pengukuran dan user friendly.
Menteri Perdagangan RI Enggartiarto Lukita mengapresiasi mesin AMH-o hasil kolaborasi perusahaan negara ini.
Ke depan, imbau Enggar, masyarakat Indonesia perlu lebih banyak menggunakan produk buatan dalam negeri.
“Kopassus saja menjadi juara pertama berturut-turut dalam ajang internasional karena menggunakan senjata buatan Pindad, buatan anak bangsa,” puji Enggar.