Erric Permana
07 Mei 2018•Update: 08 Mei 2018
Erric Permana
JAKARTA
Pemerintah Tiongkok sepakat untuk menambah jumlah ekspor Minyak Kelapa Sawit (Crude Palm Oil) dari Indonesia.
Kesepakatan ini dihasilkan setelah pertemuan bilateral antara Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang dan Presiden RI Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin.
Menurut Presiden RI Joko Widodo, Li Keqiang sepakat untuk meningkatkan kuota impor dari Indonesia untuk masuk ke negara Tirai Bambu itu sebesar 500 ribu ton.
"Tadi secara khusus PM Li Keqiang menyanggupi bentuk peningkatan ekspor kita, tambahan minimal 500 ribu ton minyak kelapa sawit ke Tiongkok," ujar Joko Widodo di Istana Bogor.
Presiden juga berharap Tiongkok membuka kemungkinan untuk masuknya buah-buahan tropis serta kopi dari Indonesia.
Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dengan masuknya tambahan kuota ekspor minyak kelapa sawit tersebut diharapkan dapat mengurangi defisit perdagangan Indonesia-Tiongkok yang pada 2015-2017 lalu mencapai 11,63 persen.
"Kalau kita lihat ekspor kita, maka komponen sawit itu cukup tinggi dan Tiongkok sedang akan mengembangkan B5, sehingga ada keperluan tambahan," tambah Menteri Retno.
Menteri Retno berujar, selama ini ekspor produk minyak kelapa sawit Indonesia ke Tiongkok mencapai 2-3 juta ton.
"Kita meminta untuk menyampaikan angka karena dengan angka itu kita lebih mudah buat kita menghitung. Angka yang diberikan adalah minimal 500 ribu ton," pungkas Menteri Retno.
Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo menerima kunjungan PM Tiongkok Lie Keqiang di Istana Bogor, Jawa Barat.
Dalam kunjungannya itu kedua negara sepakat untuk bekerja sama menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai promosi pembangunan koridor ekonomi regional dan pembangunan Waduk Jane Lata di Sulawesi Selatan dan Waduk Riam Kiwa di Kalimantan Selatan.