Erric Permana
11 Maret 2020•Update: 11 Maret 2020
JAKARTA
Sekitar 30 kapal nelayan Pantura pada Selasa telah tiba di perairan Natuna, Kepulauan Riau dan akan melakukan aktivitas perikanan dengan dikawal Badan Keamanan laut (Bakamla).
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan hadirnya nelayan Pantura tersebut sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.
“Bahkan mereka diundang ke atas kapal oleh Bakamla untuk berkoordinasi pengamanan di laut. Sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Menkopolhukam Mahfud MD di kantornya pada Selasa.
Dia mengklaim bahwa saat ini nelayan Indonesia mulai mendominasi perairan Natuna di bawah pengawalan patroli laut.
Sementara itu, Direktur Operasi Laut Bakamla Nursyawa Embun mengatakan para nelayan tersebut akan berada di wilayah Natuna selama kebutuhan logistik mereka mencukupi.
Dia mengakui bahwa kapal tersebut untuk ikut menjaga perairan wilayah Natuna, kepulauan Riau.
"Kapal ikan Indonesia di perairan yurisdiksi kita sangat efektif sekaligus juga disampaing mencari ikan kemudian juga kehadiran kita juga sangat perlu apalagi nanti sekelompok kapal ikan Indonesia ini kan selalu dikawal oleh Bakamla," kata Nursyawal kepada Anadolu Agency saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Selasa.
Bakamla kata dia menurunkan dua kapal Offshore Patrol Vessel (OPV) untuk mengawal 30 kapal ikan tersebut.