Adelline Tri Putri Marcelline
25 Mei 2021•Update: 25 Mei 2021
JAKARTA (AA) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerahkan donasi sebesar Rp22,3 miliar secara simbolis ke Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Miftachul Akhyar mengatakan sumbangan terdiri dari Rp19,3 miliar untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia Hebron (RSIH) dan Rp3 miliar untuk membantu korban serangan Israel di Jalur Gaza.
Miftachul menerangkan bahwa donasi tahap kedua untuk RSI Hebron tersebut diperoleh dari sumbangan masyarakat melalui MUI sebesar Rp2 miliar.
“Sedangkan youtuber Fadil Jaidi Rp3 miliar, dan Ustadz Adi Hidayat Rp14,3 miliar,” kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa.
Sementara Rp3 miliar dari mantan Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan Mardani H Maming, kata dia.
Dubes Zuhair Al-Shun menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia.
Dia memberikan apresiasi atas segala dukungan dan dorongan yang terus mengalir dari masyarakat Indonesia kepada masyarakat dan bangsa Palestina.
“Kami tidak akan meninggalkan tanah Palestina. Kami akan terus berjuang untuk kemerdekaan Palestina. Atas dukungan dan semangat yang diberikan, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia,” kata Zuhair di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa.
MUI, kata dia, berkomitmen terus mengusahakan pengumpulan dana untuk Palestina terutama pembangunan RSIH Hebron.
“Kerja-kerja kemanusiaan ini masih akan terus kita lanjutkan, mengumpul dana, mengetuk hati umat untuk mendonasikan sebagian rezekinya untuk bangsa Palestina,” kata Miftachul.
Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan menyampaikan dana amanah dari umat itu akan digunakan untuk pembangunan RSIH Hebron, Tepi Barat, Palestina.
“MUI siap bahkan diaudit, demikian juga penggunaan untuk sampai ke Wali Kota Hebron,” jelas Buya.
Dia juga memastikan bahwa donasi ini resmi melalui jalur negara.
Buya menyampaikan bahwa MUI mengawali pembangunan RSIH Hebron ini setelah menandatangani MoU dengan Wali Kota Hebron, Tayser Abu Sneineh.
Isi MoU itu, sambung dia, MUI berusaha mengumpulkan dana Rp100 miliar hingga akhir 2022 untuk pembangunan gedung empat lantai sedangkan Wali Kota Hebron mencari tanah seluas 4.000 meter persegi.
"RSI Hebron akan menjadi rumah sakit kedua dari bangsa Indonesia setelah Rumah Sakit Indonesia di Gaza," terang Buya.