Erric Permana
15 Maret 2018•Update: 16 Maret 2018
Erric Permana
JAKARTA
Presiden RI Joko Widodo menginginkan adanya investasi besar-besaran di bidang sumber daya manusia.
Investasi yang dimaksud yakni perubahan dan peningkatan mendasar di sektor pendidikan. Ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar bisa bersaing dengan negara lain.
"Setelah pekerjaan besar yaitu infrastruktur telah kita jalankan selama kurang lebih 3,5 tahun ini, kita akan bergeser pada pekerjaan besar yang kedua yaitu investasi di bidang SDM," ujar Joko Widodo saat rapat terbatas mengenai sumber daya manusia di kantornya pada Kamis.
Pendidikan sumber daya manusia, menurut dia, harus dimulai di usia dini untuk membentuk karakter dalam diri anak. Akses dan juga kualitas pendidikan juga diminta Presiden untuk lebih ditingkatkan.
"Baik pendidikan dasar maupun pendidikan menengah, harus diperkuat dengan pendidikan karakter dan budi pekerti yang baik," tambah dia.
Presiden Joko Widodo juga berpesan agar kualitas pendidikan di Pondok Pesantren lebih ditingkatkan.
Dia pun memerintahkan Kementerian Agama dan kementerian lainnya bergerak bersama-sama untuk melakukan perubahan mendasar.
"Kita upgrade dan tentu saja pendidikan-pendidikan vokasional yang ada di SMK-SMK yang memerlukan baik sarana dan prasarana maupun perubahan-perubahan pendidikan di lapangan," tambah dia.
Kementerian Tenaga Kerja mencatat, pada 2017 angkatan kerja nasional Indonesia yang mencapai 131 juta orang masih didominasi lulusan setingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).