Adelline Tri Putri Marcelline
14 April 2021•Update: 15 April 2021
JAKARTA
Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Kanselir Jerman Angela Merkel secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa.
Dalam pertemuan tersebut isu Myanmar menjadi salah satu topik yang dibahas.
Presiden Jokowi menegaskan, sikap Indonesia terhadap kudeta oleh militer di Myanmar sudah sangat jelas yaitu meminta penghentian kekerasan dan mendorong adanya dialog.
“Dialog di antara mereka diharapkan dapat segera dilakukan, untuk mengembalikan demokrasi, stabilitas dan perdamaian di Myanmar”, kata Presiden Jokowi.
Dia juga menyampaikan bahwa Indonesia telah mengusulkan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN guna membahas isu Myanmar.
Selain membahas isu Myanmar, keduanya juga membahas beberapa isu bilateral, seperti kerja sama di bidang kesehatan, kerja sama ekonomi, dan Perubahan Iklim.
Dalam pembahasan isu kesehatan, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa kasus positif di Indonesia sudah mulai membaik.
Menurut dia, penurunan angka ini karena protokol kesehatan yang terus diterapkan serta kebijakan 'micro lockdown' sampai pada tingkat desa.
“Dalam dua minggu ini, angka positif berkisar 4 sampai 5 ribu per hari,” kata Presiden Jokowi.
Dia juga menjelaskan mengenai program vaksinasi yang sudah mulai dilakukan di Indonesia.
Selain Sinovac, Indonesia saat ini juga memakai vaksin AstraZeneca, kata dia.
Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya kedua negara membangun kerjasama kesehatan ke depan.
Sementara di bidang investasi dan industri, Kanselir Merkel melihat potensi Indonesia untuk menjadi mitra penting Jerman.
Presiden Jokowi menyampaikan bahwa investasi memegang peran penting dalam pemulihan ekonomi.
Presiden juga menawarkan kerja sama pengembangan sumber daya manusia melalui sekolah vokasi dan peningkatan investasi industri Jerman untuk membangun basis produksi dan rantai pasok global Jerman di kawasan.
“Saya menawarkan untuk mengembangkan kawasan industri khusus Jerman (German Industrial Quarter) di Kawasan Industri Terpadu Batang,” ucap Presiden Jokowi.
Selanjutnya, mengenai perubahan iklim, mereka sama-sama memiliki komitmen untuk melakukan upaya pengurangan emisi.
Presiden Jokowi menuturkan salah satu upaya untuk mengurangi emisi tersebut adalah dengan pengembangan restorasi hutan mangrove serta upaya pembangunan energi secara berkelanjutan.
“Indonesia memiliki komitmen tinggi untuk melakukan pembangunan hijau,” ujar Presiden Jokowi.
Pertemuan bilateral dengan Merkel dilakukan sehari setelah pembukaan Pameran Hannover Messe 2021.
Indonesia didapuk sebagai negara mitra atau partner country.
Merkel pun menyampaikan penghargaan kepada Indonesia yang telah bersedia menjadi negara mitra dalam Hannover Messe 2021.
Dia meyakini bahwa kemitraan ini akan memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Merkel juga menyebut, tahun depan Indonesia akan menjadi Ketua G-20, sementara Jerman menjadi Ketua G-7.
Oleh karena itu, Merkel berharap Indonesia dan Jerman dapat melakukan sinergi prioritas kerja yang baik.
“Suatu kehormatan bagi Indonesia ditunjuk sebagai Negara Mitra Hannover Fair 2021 dan juga nanti di tahun 2023," kata Presiden Jokowi.