05 Agustus 2026•Update: 05 Agustus 2026
Bintang sepak bola Mesir Mohamed Salah bersiap memulai babak baru dalam karier gemilangnya dengan mengenakan seragam Trabzonspor pada musim depan.
Dijuluki "Raja Mesir", Salah datang ke Liga Turkiye sebagai salah satu pesepak bola paling berprestasi yang pernah bermain di kompetisi tersebut setelah menorehkan berbagai gelar bersama Liverpool dan sejumlah klub Eropa lainnya.
Salah, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola Mesir, akan memperkuat Trabzonspor dengan mengenakan seragam kebanggaan klub berwarna merah marun dan biru muda.
Legenda Liverpool dan ikon Liga Inggris
Salah bergabung dengan Liverpool dari klub Italia AS Roma pada musim panas 2017 dengan nilai transfer yang dilaporkan mencapai 42 juta euro (48,5 juta dolar AS). Selama sembilan musim di Anfield, ia menjelma menjadi salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah klub.
Di bawah asuhan mantan pelatih Liverpool Jurgen Klopp, Salah menjadi pilar utama salah satu generasi terbaik Liverpool. Dalam periode 2017 hingga 2026, ia mencetak sedikitnya 30 gol dalam lima musim berbeda.
Pada musim pertamanya, Salah memecahkan rekor gol terbanyak Liverpool dalam satu musim dengan mencetak 44 gol. Ia menjadi pemain ketiga dalam sejarah klub, setelah Ian Rush dan Roger Hunt, yang mampu mencetak sedikitnya 40 gol dalam satu musim.
Dengan torehan 193 gol di Liga Inggris, Salah menempati peringkat keempat dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa kompetisi tersebut.
Anggota ketiga klub 200 gol Liverpool
Salah mengakhiri kariernya di Liverpool sebagai pencetak gol terbanyak ketiga klub di semua ajang.
Dari total 257 gol yang dicetak bersama Liverpool, sebanyak 191 gol lahir di Liga Inggris, 48 gol di Liga Champions UEFA, delapan gol di Piala FA, lima gol di Liga Europa UEFA, empat gol di Piala Liga Inggris, dan satu gol di Community Shield.
Selama memperkuat Liverpool, ia meraih dua gelar Liga Inggris, dua Piala Liga Inggris, masing-masing satu gelar Liga Champions UEFA, Piala FA, Community Shield, Piala Super UEFA, dan Piala Dunia Antarklub FIFA.
Secara individu, Salah empat kali meraih Sepatu Emas Liga Inggris dan dua kali dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga Inggris.
Karier berubah setelah tragedi Stadion Port Said
Lahir pada 15 Juni 1992 di Nagrig, Provinsi Gharbia, Mesir, Salah mengawali karier sepak bolanya di akademi Al Mokawloon. Ia menjalani debut profesional di liga pada usia 17 tahun saat menghadapi Al Mansoura.
Kariernya berubah drastis setelah tragedi Stadion Port Said pada 1 Februari 2012 dalam pertandingan antara Al Ahly dan Al Masry yang menewaskan puluhan orang serta melukai lebih dari 1.000 penonton.
Akibat tragedi tersebut, kompetisi Liga Utama Mesir musim 2011-2012 dibatalkan sehingga Salah dan para pemain Mesir lainnya sempat kehilangan kesempatan bermain di kompetisi resmi.
Kesempatan besar datang saat klub Swiss Basel menghadapi tim nasional U-23 Mesir dalam laga persahabatan yang digelar untuk mendukung kebangkitan sepak bola Mesir.
Masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua, Salah mencetak dua gol dalam kemenangan Mesir 4-3 sehingga menarik perhatian Basel. Setelah menjalani masa uji coba dengan sukses, ia menandatangani kontrak berdurasi empat tahun bersama klub Swiss tersebut.
Salah kemudian memenangi dua gelar liga bersama Basel sebelum melanjutkan karier ke Chelsea, Fiorentina, AS Roma, dan akhirnya Liverpool.
Ikon nasional di dalam dan luar lapangan
Salah dikenal sebagai salah satu pemain terbaik pada generasinya dan telah menjadi kebanggaan nasional bagi rakyat Mesir.
Pemain berusia 34 tahun itu berperan penting mengakhiri penantian Liverpool selama 30 tahun untuk meraih gelar Liga Inggris.
Ia juga membantu klub menjuarai Liga Champions UEFA 2019 setelah tampil di tiga final dalam kurun lima musim.
Di luar lapangan, Salah mendapat penghormatan luas atas berbagai kegiatan amalnya, terutama dalam membantu masyarakat kurang mampu di Mesir.
Sejak dimulainya serangan Israel ke Gaza, Salah juga beberapa kali menyuarakan keprihatinannya terhadap krisis kemanusiaan di wilayah tersebut melalui media sosial, di tengah laporan bahwa sejumlah pesepak bola yang menyatakan dukungan terhadap Gaza menghadapi risiko dicoret dari skuad atau pemutusan kontrak.
Direktur Eksekutif Palang Merah Mesir Rami El-Nazar juga mengumumkan bahwa Salah telah memberikan bantuan dana untuk mendukung masyarakat Gaza.