Zeynep Duyar, Emir Yildirim
14 Agustus 2026•Update: 14 Agustus 2026
Turkiye menargetkan peluncuran wahana antariksa menuju Bulan pada awal 2027 menggunakan sistem propulsi hibrida yang dikembangkan di dalam negeri dan telah menyelesaikan seluruh tahap pengujian, seiring langkah Ankara memperkuat kemampuan antariksa secara mandiri.
Menteri Perindustrian dan Teknologi Turkiye Mehmet Fatih Kacir mengatakan jadwal peluncuran misi Bulan tersebut telah ditetapkan dalam kegiatan Pengamatan Langit yang diselenggarakan Lembaga Riset Ilmiah dan Teknologi Turkiye (TUBITAK) di Provinsi Afyonkarahisar, wilayah barat Turkiye.
Kacir mengatakan sistem propulsi hibrida buatan dalam negeri yang akan digunakan wahana antariksa tersebut telah menyelesaikan seluruh tahap pengujian.
Menurut dia, misi tersebut akan memberikan Turkiye kemampuan teknologi yang saat ini hanya dimiliki oleh segelintir negara.
Kacir mengatakan infrastruktur antariksa telah menjadi salah satu pilar strategis kemampuan pertahanan Turkiye dengan menunjuk sejumlah pencapaian dalam proyek satelit, termasuk Turksat 6A, Imece, Bilsat, Rasat, dan Gokturk-2.
Turkiye juga tengah membangun bandar antariksa ekuatorialnya sendiri di Somalia sebagai bagian dari upaya memperoleh akses ke antariksa secara mandiri dan dengan biaya lebih rendah.
Fasilitas tersebut nantinya ditujukan untuk mendukung peluncuran satelit dan wahana antariksa yang dikembangkan di dalam negeri.
"Kami telah mencapai tahap ketika upaya-upaya ini akan memungkinkan Turkiye memproduksi roket yang mampu meluncurkan satelit kami sendiri ke antariksa sepenuhnya dengan kemampuan kami sendiri," kata Kacir.
"Wilayah ekuator memberikan peluang untuk mengakses antariksa dengan biaya yang lebih rendah dengan memanfaatkan kecepatan rotasi Bumi," tambahnya.
Kacir mengatakan berbagai kemajuan tersebut turut didukung oleh berkembangnya ekosistem antariksa domestik.
Sebuah teknopark antariksa yang direncanakan dibangun di Middle East Technical University (METU) akan mempertemukan berbagai lembaga dan perusahaan untuk menjalankan kegiatan penelitian dan pengembangan.
Selain mempersiapkan kemampuan peluncuran secara mandiri, Turkiye juga bersiap menandatangani perjanjian kerja sama internasional untuk mengembangkan dan memproduksi komponen bagi stasiun antariksa baru.
Menurut Kacir, Turkiye juga berupaya berpartisipasi dalam lebih banyak misi sains antariksa berawak.
Perkembangan tersebut berlangsung menjelang penyelenggaraan Kongres Astronautika Internasional (IAC) ke-77 di Provinsi Antalya, wilayah barat daya Turkiye, pada 5-9 Oktober.
Kongres itu diperkirakan akan dihadiri sekitar 10.000 peserta dari lebih dari 100 negara.
Kacir mengatakan jumlah prapendaftaran dan pengajuan makalah untuk kegiatan tersebut telah memecahkan rekor sebelumnya sehingga kongres itu berpotensi menjadi salah satu pertemuan ilmiah terbesar yang pernah diselenggarakan di Turkiye.
Kongres tersebut juga akan menghadirkan bagian khusus bagi perusahaan rintisan antariksa generasi baru dengan menyoroti peran perusahaan-perusahaan baru bersama pelaku industri yang telah mapan.
Pertemuan anggota parlemen dan perwakilan pemerintah juga akan menghasilkan Deklarasi Antalya yang diperkirakan menekankan pentingnya perdamaian, keamanan, dan stabilitas di tengah perpecahan geopolitik global.