Chandni
30 November 2017•Update: 30 November 2017
Barry Eitel
SAN FRANCISCO
Sebuah kesalahan teknis menyebabkan sekitar 15.000 penerbangan American Airlines terjadwalkan untuk Desember tanpa staf pilot.
Perangkat lunak yang bertugas mencatat hari libur staf maskapai American, perusahaan penerbangan terbesar di dunia, membolehkan terlalu banyak pilot libur antara tangga 17 dan 31 Desember.
Periode itu sebenarnya adalah waktu tersibuk untuk penerbangan.
Banyak dari penerbangan tanpa pilot itu tercatat lepas landas dari beberapa bandara tersibuk di AS, termasuk New York City, Miami, Dallas dan Chicago.
"Pihak manajemen mengungkapkan adanya kesalahan dalam sistem libur pilot," kata serikat pilot APA dalam pernyataan mereka.
"Oleh karena itu, ribuan penerbangan tidak memiliki pilot yang ditugaskan untuk periode libur nanti."
Maskapai American mengatakan mereka siap membayar gaji 150 persen bagi pilot manapun yang bersedia bekerja pada tanggal-tanggal tersebut. Namun maskapai dan APA tidak bisa memastikan apakah penerbangan-penerbangan itu akan dibatalkan atau tidak.
"Kami bekerja keras untuk mencari solusi isu ini dan berharap tidak usah membatalkan penerbangan pada musim libur," kata American Airlines dalam pernyataan mereka. "Kami memiliki beberapa pilot pengganti untuk bulan Desember, dan kami akan memberikan 150 persen gaji bagi pilot yang siap masuk."
Nilai saham American Airlines merosot sekitar 0,4 persen menyusul berita itu pada Rabu.
September lalu, maskapai Ryanair harus membatalkan 2.100 penerbangan karena kesalahan penjadwalan pegawai.