24 Oktober 2017•Update: 26 Oktober 2017
Magda Panoutsopoulou
ATHENA
Lembaga-lembaga HAM mendesak pihak berwenang Yunani agar memperbaiki kondisi hidup ribuan migran yang mencapai pesisir Yunani dari Turki.
Organisasi Human Rights Watch (HRW) pada Senin mengatakan ribuan pencari suaka hidup dalam kondisi buruk di tempat penerimaan pengungsi di pantai-pantai Yunani.
19 Organisasi telah menyurati Perdana Menteri Alexis Tsipras mendorongnya untuk mencabut larangan-larangan bagi pencari suara dan memindahkan mereka ke kota besar.
Peneliti Eva Cosse mengatakan pada Anadolu Agency bahwa pemindahan itu tentu akan memperbaiki kehidupan mereka.
"Hidup di kamp seperti Moria, [yang dirancang untuk menerima 2.000 orang] berdesak-desakan dengan 5.000 orang lain bahkan untuk seminggu saja benar-benar berdampak pada kesejahteraan mereka," jelas Cosse.
Dalam surat tersebut, para aktivis itu mengatakan "pengungsi dan migran, termasuk anak-anak kecil, perempuan lajang dan hamil serta penyandang disabilitas, terperangkap di kondisi buruk itu yang melanggar hak asasi mereka dan mengancam kesejahteraan, kesehatan dan merampas martabat mereka.”
Kondisi itu tidak bisa dibenarkan oleh adanya kesepakatan Uni Eropa-Turki, lanjut mereka.
Pusat penerimaan pengungsi di Samos dan Lesbos merupakan beberapa tempat yang terburuk, lapor mereka. Di kedua tempat itu terdapat lebih dari 8.300 pencari suaka terhimpit di area yang seharusnya menampung 3.000 orang saja.
"Di Lesbos, saya menemui orang-orang yang tinggal di gedung-gedung tua yang berbahaya, atau dua kakak-beradik dari Iran yang hidup di bawah sebuah truk selama lebih dari 12 tahun karena itu lebih baik dari Moria, kata mereka," urai Cosse.
Pemerintah Yunani mengatakan sekitar 13.000 orang terjebak di pulau-pulau Aegean, dan kebanyakan adalah warga Suriah dan Irak yang melarikan diri dari perang.