Pizaro Gozali İdrus
19 Desember 2018•Update: 20 Desember 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Facebook menghapus ratusan halaman dan akun di Myanmar yang memiliki kaitan dengan militer sebagai upaya mengendalikan ujaran kebencian dan hoaks, lansir Channelnews Asia pada Rabu.
Situasi ini tak lepas dari kekerasan terhadap etnis Rohingya yang telah membuat 720.000 orang mengungsi ke Bangladesh.
Facebook mengaku telah menghapus 425 halaman, 17 kelompok, 135 akun dan 15 akun Instagram.
Akun-akun itu menyamar sebagai akun berita, hiburan, kecantikan, dan gaya hidup independen tetapi diam-diam memiliki hubungan dengan militer.
Langkah penghapusan akun ini adalah yang ketiga kalinya dilakukan Facebook. Penghapusan akun terkait militer Myanmar sebelumnya dilakukan pada Agustus dan Oktober lalu.
Akun biksu-biksu nasionalis garis keras dan bahkan jenderal-jenderal tertinggi angkatan darat Myanmar termasuk di antara akun yang masuk daftar hitam Facebook tahun ini.
Biksu-biksu nasionalis garis keras dan bahkan jenderal-jenderal tertinggi Angkatan Darat, yang dituding PBB sebagai pelaku genosida penyelidik genosida PBB, termasuk di antara para pengguna Facebook yang masuk daftar hitam tahun ini.