03 Oktober 2017•Update: 04 Oktober 2017
Rafiu Ajakaye
LAGOS, Nigeria
Nigeria membuka penyelidikan korupsi baru terhadap 15 petugas pengadilan, termasuk dua hakim tinggi, kata Dewan Peradilan Nasional (NJC) dalam sebuah pernyataan pada Senin.
Berita mengenai penyelidikan itu muncul dalam bentuk statemen setelah pertemuan NJC, namun tidak menjelaskan target penyelidikan tersebut.
Hal ini datang menyusul pembentukan panel berisikan hakim-hakim dan pengacara untuk mengawasi kasus korupsi di ranah pengadilan, memberi saran dalam proses pengadilan, dan membantu para hakim yang menangani kasus itu. Panel ini dibentuk sebagai wujud pemberantasan korupsi oleh pemerintahan Muhammadu Buhari.
Dalam pidatonya menandai 57 tahun kemerdekaan Nigeria, Presiden Buhari mengatakan korupsi tetap menjadi musuh utama bangsa. Namun dia juga mengatakan mereka sudah mengambil langkah-langkah untuk memerangi korupsi. Buhari sebelumnya mengkritik komisi yudisial yang enggan terlibat dalam upaya anti-korupsi.
Pemerintahan Nigeria awal tahun ini merazia para anggota yudisial dalam sejumlah operasi yang menangkap lebih dari tujuh hakim senior yang terindikasi korupsi. Beberapa kasus itu masih diproses, sedangkan setidaknya dua dari mereka telah dibebaskan.