MOSKOW
Rusia pada Selasa mengatakan beberapa pasukannya yang mengambil bagian dalam latihan militer sudah mulai kembali ke tempat permanen mereka.
Unit-unit distrik militer Barat dan Selatan telah mulai menaiki kereta dan transportasi saat latihan militer akan segera berakhir, kata juru bicara Kementerian Pertahanan Igor Konashenkov.
Konashenkov menambahkan bahwa atase militer kedutaan asing di Belarus akan mengamati tahap terakhir dari latihan militer Rusia-Belarusia Allied Resolve-2022, termasuk penembakan tempur di tempat pelatihan Obuz-Lesnevsky pada 19 Februari.
Namun, kata Konashenkov, pelatihan militer skala besar terus berlanjut dan hampir semua distrik militer dan pasukan Lintas Udara ambil bagian di dalamnya.
Menurut Kementerian Pertahanan, latihan militer gabungan Rusia-Belarus Allied Resolve 2022 akan berlangsung hingga 20 Februari.
Mengomentari laporan tentang penarikan pasukan Rusia, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan pada jumpa pers Selasa bahwa Ukraina bersama sekutu Baratnya berhasil menghentikan "eskalasi lebih lanjut dari krisis saat ini dengan Rusia."
Moskow, menurut pejabat Ukraina, baru-baru ini mengumpulkan lebih dari 100.000 tentara di dekat Ukraina, memicu kekhawatiran bahwa Kremlin dapat merencanakan serangan militer terhadap bekas tetangga Sovietnya itu.
Rusia membantah sedang bersiap untuk menyerang dan menuduh negara-negara Barat merusak keamanannya melalui ekspansi NATO ke perbatasannya.
Rusia juga mengeluarkan daftar tuntutan keamanan ke Barat, termasuk mundurnya pengerahan pasukan dari beberapa negara bekas Soviet, dan menjamin bahwa beberapa negara tersebut tidak akan bergabung dengan NATO.
Dalam tanggapan tertulis pada tuntutan tersebut, Washington mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menegakkan “kebijakan pintu terbuka” NATO, sementara NATO juga menyampaikan jawaban aliansi itu sendiri “secara paralel dengan Amerika Serikat.”