Muhammad Abdullah Azzam
26 Februari 2019•Update: 26 Februari 2019
Mehmet Nuri Uçar
ADEN
Direktur wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara Dana Bantuan untuk Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) Geert Cappelaere mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa dampak konflik di Yaman telah semakin parah dan anak-anak sangat terpengaruh dengan dampak konflik tersebut.
Cappelaere mengungkapkan sekitar 1,2 juta anak tinggal di 31 wilayah yang mengalami konflik.
Sejak perjanjian Stockholm pada 13 Desember 2018 lalu hingga sekarang tidak ada banyak perubahan yang terlihat terhadap nasib anak-anak di Yaman,” tutur Cappelaere.
Delapan anak terbunuh atau terluka di Yaman setiap harinya. Kebanyakan anak-anak Yaman terbunuh di jalan atau ketika sedang bermain dengan teman-teman mereka di jalan."
Cappelaere mengajak kepada pendonor internasional untuk memberikan sumbangan USD542 juta untuk memenuhi kebutuhan anak-anak di Yaman yang meningkat pada tahun 2019 ini.
Selain itu, dia juga menyerukan kepada semua pihak di Yaman untuk mengakhiri segala kekerasan.
Pada Selasa ini, PBB akan menyelenggarakan konferensi terkait bantuan kemanusiaan internasional untuk krisis kemanusiaan di Yaman di Jenewa, Swiss.
Yaman yang miskin terus didera kekerasan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk Sanaa.
Konflik meningkat pada tahun 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan serangan udara untuk mengalahkan Houthi.
Kekerasan di Yaman telah menghancurkan banyak infrastruktur Yaman, termasuk sistem air dan sanitasi.
PBB menggambarkan situasi ini sebagai salah satu "bencana kemanusiaan terburuk di zaman modern".