Rıskı Ramadhan
13 Juni 2018•Update: 14 Juni 2018
Zeynep Tufekci
MARIB
Jutaan anak menjadi buruh dan puluhan ribu lainnya digunakan sebagai prajurit untuk bertempur di barisan kelompok pemberontak Houthi di Yaman, menurut lansiran kantor berita resmi Yaman SABA.
Lebih dari 2 juta anak dipekerjakan sebagai buruh di negara yang telah menghadapi perang saudara selama tiga tahun terakhir itu, kata Menteri Tenaga Kerja dan Sosial Yaman Ibtihaj al-Kamal seperti dikutip SABA.
Kamal mengatakan sebanyak 20 ribu anak digunakan sebagai prajurit untuk bertempur di barisan Houthi dan itu melanggar kesepakatan internasional serta hukum yang melindungi hak-hak anak.
Pemberontak Houthi menghancurkan sebanyak 2.732 sekolah di Yaman dan menggunakan lebih dari 1.500 lainnya sebagai penjara atau barak militer, sementara sekitar 4,5 juta anak di negara itu tak dapat bersekolah, tambah Kamal.
Yaman dilanda perang saudara sejak 2014, ketika kelompok pemberontak Houthi menguasai Ibu Kota Sanaa dan sebagian besar wilayah negara, sehingga memaksa pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melarikan diri ke Arab Saudi.
Pada 2015, Arab Saudi dan sekutunya melancarkan kampanye udara besar-besaran untuk menggulingkan pertahanan Houthi.
Konflik telah menghancurkan infrastruktur Yaman, termasuk sistem air dan sanitasi, membuat PBB menggambarkan situasi Yaman sebagai "salah satu bencana kemanusiaan terburuk di zaman modern".