Rıskı Ramadhan
13 Maret 2018•Update: 14 Maret 2018
Mohamad Misto
GHOUTA TIMUR/ANKARA
Sejumlah 25 pasien pada Selasa dilaporkan telah dievakuasi dari Ghouta Timur yang berada dalam blokade rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad dan pendukungnya.
Menurut koresponden Anadolu Agency di wilayah tersebut, Bulan Sabit Merah Suriah telah mengevakuasi 25 pasien penyakit kronis di Ghouta Timur.
Evakuasi yang juga mencakup anak-anak dan perempuan tersebut terlaksana dalam kerangka kesepakatan antara Rusia dan Jaysh al-Islam di bawah jaminan PBB.
Ketua dewan daerah Ghouta Timur Riyad Abdulaziz kepada Anadolu Agency mengatakan bahwa 25 orang telah dievakuasi dan jumlah tersebut akan bertambah paling banyak menjadi 35 hingga 40 orang.
"Peristiwa ini jangan dilihat sebagai 'warga sipil dievakuasi',” kata Abdulaziz.
Sementara itu, salah satu kelompok oposisi militer terbesar di kawasan tersebut, Jaysh al-Islam, melalui sebuah pernyataan tertulis mengatakan telah mencapai kesepakatan dalam hal evakuasi pasien dari wilayah tersebut di bawah pengawasan PBB dan Rusia.
Meski Ghouta Timur telah ditetapkan sebagai zona de-eskalasi dalam kesepakatan Astana, Rezim Assad semakin memperketat blokade kawasan tersebut sejak April tahun lalu.
Rezim juga telah mengintensifkan serangan dalam beberapa bulan terakhir.
Ribuan pasien termasuk anak-anak yang sebagian besarnya menderita kanker menunggu untuk segera dievakuasi dari daerah yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan tersebut.
Sejumlah bayi, anak-anak dan pasien meninggal karena tidak mendapatkan perawatan medis dan gizi yang cukup.
Komisi Penyelidikan Independen Internasional PBB untuk Suriah sebelumnya menyatakan bahwa rezim Assad telah melakukan serangkaian kejahatan perang seperti menghalangi evakuasi medis, membuat rakyat kelaparan dan menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil di Ghouta Timur.