Muhammad Abdullah Azzam
06 Agustus 2018•Update: 06 Agustus 2018
Mehmet Nuri Uçar
ADEN
Sebanyak 273 warga sipil tewas dalam konflik yang terjadi pada Mei dan Juni lalu di Yaman, ungkap laporan dari Organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) SAM yang berpusat di Jenewa.
Laporan tersebut menyebutkan, 41 orang tewas akibat serangan udara pasukan koalisi di bawah pimpinan Arab Saudi, 70 lainnya akibat serangan kelompok Houthi.
Selain itu, 85 orang akibat serangan orang tak dikenal, 52 orang dihukum mati oleh pengadilan, 19 orang karena bom ranjau, empat orang akibat disiksa di penjara kelompok Houthi, dan dua lainnya tewas akibat tembakan dari pasukan dukungan pemerintah.
Laporan tersebut menambahkan, 58 di antaranya anak-anak dan 29 wanita, total 290 orang lainnya mengalami luka-luka dalam kurun waktu dua bulan itu.
Yaman dilanda perang saudara sejak 2014, ketika kelompok pemberontak Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah negara, sehingga memaksa pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melarikan diri ke Arab Saudi.
Pada 2015, Arab Saudi dan sekutunya melancarkan kampanye udara besar-besaran untuk menggulingkan pertahanan Houthi.
Menurut PBB, perang saudara Yaman telah menewaskan lebih dari 10.000 jiwa dan menyebabkan lebih dari 11 persen dari keseluruhan populasi mengungsi.