22 Juli 2017•Update: 23 Juli 2017
Feyula Fehmi
CAIRO
Serangan udara Mesir telah menewaskan lebih dari dua lusin gerilyawan di Semenanjung Sinai, kata tentara Sabtu.
Ke 30 militan tewas dalam serangan udara di "Arish, Sheikh Zuweid dan Rafah di semenanjung Sinai utara", kata juru bicara militer Mesir Kolonel Tamer al-Refaei dalam sebuah pernyataan.
Serangan udara juga menghancurkan 12 kendaraan, termasuk empat yang dilengkapi bom.
Semenanjung Sinai tetap menjadi pusat pemberontakan yang mematikan sejak pertengahan 2013, ketika Mohamed Morsi, presiden terpilih pertama yang terpilih secara bebas, digulingkan dalam sebuah kudeta militer.
Ratusan personil keamanan Mesir telah tewas dalam serangan di wilayah tersebut terutama di timur laut Sinai yang berbatasan dengan Israel dan Jalur Gaza yang diblokade.
Pihak pemerintah Mesir mengatakan bahwa mereka memerangi kelompok Welayat Sinai, atau kelompok Provinsi Sinai yang dikatakan memiliki hubungan dengan organisasi teror Daesh.