Muhammad Abdullah Azzam
18 Februari 2019•Update: 19 Februari 2019
Emre Aytekin
SRINAGAR
Empat tentara tewas dalam bentrokan antara pasukan keamanan India dan kelompok pemberontak di Jammu Kashmir, India.
Selain menewaskan empat tentara, peristiwa bentrokan tersebut juga melukai satu warga sipil dan seorang tentara lainnya.
Polisi India dalam sebuah pernyataan pada Senin pagi menyatakan, pihak keamanan telah mengepung para militan di sebuah desa di daerah Pulwama, sebelah selatan ibu kota Srinagar.
Polisi India menyatakan empat tentara tewas selama operasi di desa tersebut, di antaranya terdapat seorang pejabat berpangkat mayor.
Korban luka-luka yang dilarikan ke rumah sakit dilaporkan dalam kondisi kritis, meski bentrokan bersenjata di desa tersebut telah berakhir, namun pasukan keamanan masih melanjutkan operasi pencariaan teroris di wilayah tersebut.
Pada Kamis minggu lalu, lebih dari 40 tentara tewas dalam serangan terhadap konvoi militer di Jammu Kashmir.
Pihak berwenang India menuduh negara tetangga Pakistan berada di balik serangan paling berdarah dalam sejarah terhadap pasukan keamanan India di wilayah tersebut.
Otoritas India mengancam akan melakukan pembalasan atas insiden tersebut.
Kashmir, wilayah Himalaya dengan mayoritas peduduk Muslim, terbagi menjadi area yang diduduki India dan Pakistan, serta sebagian kecil diduduki China.
India dan Pakistan telah berperang 3 kali – pada 1948, 1965 dan 1971 – sejak berpisah pada 1947, dua pertempuran itu terkait Kashmir. Kelompok pemberontak di Jammu dan Kashmir terus berjuang untuk kemerdekaan dari kuasa India, atau untuk bergabung dengan Pakistan.
Lebih dari 70.000 orang telah tewas dalam konflik itu sejak 1989. India menempatkan lebih dari setengah juta tentara di area yang disengketakan itu.