Nicky Aulia Widadio
02 Maret 2020•Update: 04 Maret 2020
JAKARTA
Kementerian Kesehatan mengatakan ada 48 orang yang sejauh ini diketahui memiliki riwayat kontak dengan dua pasien positif Covid-19 di Indonesia.
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengatakan 48 orang itu merupakan yang melakukan kontak erat, kontak dekat, serta kontak di satu area dengan pasien Covid-19.
Riwayat kontak diketahui berdasarkan penelusuran terhadap aktivitas dan orang-orang yang berada di sekitar kedua pasien tersebut. Kementerian Kesehatan akan mengawasi kondisi kesehatan mereka.
Menurut Anung, orang-orang yang memiliki riwayat kontak ini belum dikarantina karena Kementerian Kesehatan masih mengkategorikan mereka berdasarkan tingkat risiko
“Belum dalam proses karantina, masih dibagi mana yang kontak erat, kontak dekat, atau kontak di satu area,” kata Anung dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Anung menjelaskan petugas akan melakukan swab atau mengambil sampel dari orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 untuk diuji di laboratorium.
Selain itu, petugas akan memantau orang-orang yang memiliki kontak dekat dengan pasien dan melakukan swab terhadap mereka secara acak.
Sementara orang-orang yang memiliki riwayat kontak di satu area akan dipantau oleh Kementerian Kesehatan.
“Untuk orang-orang yang kontak area kalau ada keluhan silakan ke fasilitas kesehatan,” ujar Anung.
Kementerian Kesehatan menyatakan akan terus menelusuri riwayat kontak terkait pasien Covid-19 untuk mencegah penyebaran lebih lanjut virus ini.
Sebelumnya, pemerintah mengonfirmasi dua kasus positif pertama di Indonesia pada Senin pagi.
Kedua pasien dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta.
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan WNI ini memiliki riwayat kontak dengan seorang warga negara Jepang yang menetap di Malaysia pada 14 Februari 2020.
Keduanya berdansa ketika WN Jepang tersebut berkunjung ke Jakarta.
Pada 16 Februari, WN Jepang kembali ke Malaysia sedangkan WNI tersebut mengeluh batuk dan sempat memeriksa diri ke rumah sakit, namun tidak dirawat.
Pada 26 Februari 2020, kedua pasien meminta dirawat di rumah sakit karena batuk yang tidak kunjung sembuh.
Kemudian pada 28 Februari, WNI tersebut dihubungi oleh WN Jepang bahwa dia dinyatakan positif terjangkit Covid-19 setelah kembali ke Malaysia.
Sejauh ini Kementerian Kesehatan Indonesia telah memeriksa 153 kasus suspect Covid-19, dimana dua di antaranya positif sedangkan 151 kasus lainnya dinyatakan negatif.
Jumlah itu belum termasuk 188 kru WNI kapal pesiar World Dream yang saat ini diobservasi di Pulau Sebaru Kecil, serta 69 kru kapal pesiar Diamond Princess. Belum ada laporan kasus positif Covid-19 dari kedua kru kapal tersebut.