Rhany Chairunissa Rufinaldo
05 September 2018•Update: 06 September 2018
Haydar Karaalp
BAGHDAD
Tujuh pengunjuk rasa tewas dan lebih dari 30 orang cedera selama unjuk rasa, setelah pasukan keamanan melepaskan tembakan di provinsi Basra, Irak selatan pada Selasa.
Pasukan keamanan melawan pengunjuk rasa yang menggelar demonstrasi karena kurangnya layanan publik, menurut sumber-sumber lokal.
Para demonstran membakar gedung gubernur, kata sumber itu.
Komando Operasi Basra menetapkan jam malam setelah insiden tersebut.
Sekitar 80 persen dari keseluruhan ekspor minyak mentah Irak berasal dari ladang minyak di provinsi Basra.
Selama bertahun-tahun, penduduk Basra mengeluh bahwa warga negara asing, yang bukan penduduk setempat, diperkerjakan oleh sektor energi domestik.
Mereka juga mengeluhkan seringnya listrik mati di tengah suhu musim panas yang sering mencapai 50 derajat Celsius.
Sejak 9 Juli, provinsi itu dan provinsi-provinsi mayoritas Syiah lain di selatan dan tengah, telah menyaksikan protes yang terus berlangsung yang telah menyebar ke ibu kota Baghdad.
Demonstran menuntut peningkatan layanan publik seperti air dan listrik, lebih banyak peluang kerja dan pemberantasan korupsi di pemerintahan.