Muhammad Abdullah Azzam
10 Januari 2019•Update: 11 Januari 2019
Adam Abu Bashal
ABUJA
Bentrokan antar etnis di daerah Chereponi, bagian utara Ghana menewaskan delapan orang.
Menurut laporan media lokal, bupati kabupaten Chereponi Abdul-Razak Tahiru mengatakan, peristiwa kekerasan antara kelompok etnis Konkomba dan Chokosi mulai muncul kembali.
Tahiru mengungkapkan delapan orang tewas dalam berbagai bentrokan, sementara banyak orang menderita luka-luka.
Tahiru mengatakan korban luka-luka telah dirujuk ke rumah sakit di sekitarnya.
Pasukan keamanan tambahan telah dikirim ke wilayah tersebut untuk mengamankan keadaan.
Sejak 31 Desember hingga sekarang, lebih dari 5.000 orang meninggalkan daerah itu karena konflik yang sedang berlangsung antara kedua kelompok.
Bentrokan antara kelompok etnis Kokomba dan Chokosi di Ghana bermula sejak etnis Kokomba mengklaim kepemilikian tanah pada Mei 2018 silam.