17 Juli 2017•Update: 18 Juli 2017
Roy Ramos
ZAMBOANGA CITY, Philippines
Kelompok terroris Abu Sayyaf menculik lima pekerja bangunan di kota Patikul, bagian selatan Filipina pada Sabtu pagi.
Penculikan itu terjadi beberapa jam sebelum rencana kunjungan presiden Filipina Rodrigo Duterte ke rumah sakit Camp Teodulfo Bautista di kota Jolo di Sulu.
Duterte pada Sabtu mengunjungi anggota militer yang terluka ketika berhadapan dengan Abu Sayyaf pada 8 Juli di Patikul, dimana empat separatis tewas serta satu tentara gugur.
Korban penculikan terbaru tersebut adalah penduduk Zamboanga City yang bekerja membangun sekolah dasar Kawmpang di Patikul.
Abu Sayyaf menuntut tebusan 1 juta peso (US$ 19.800) untuk membebaskan masing-masing pekerja bangunan.
Menurut kantor berita GMA News, laporan polisi Patikul mengatakan enam anggota Abu Sayyaf memasuki lokasi pembangunan sekolah yang menjadi tempat tinggal sementara para perkerja dan menculik mereka dari sana.
Seorang korban keenam berhasil kabur dengan cara melompat dari jendela lantai dua sekolah namun ditembak oleh teroris. Korban luka tersebut yang melaporkan kejadian pada polisi.
Keluarga korban yang diculik mengatakan pada media bahwa para pekerja itu dikontrak untuk mengecat arena olahraga di kota itu sejak Mei lalu.
Keluarga korban penculikan juga mengeluhkan jumlah besar uang tebusan yang dituntut para penculik, mengatakan mereka warga miskin yang tidak bisa mengumpulkan jumlah uang tersebut.
Sementara itu, dua pentolan Abu Sayyaf berhasil dilumpuhkan dalam rentang tiga hari, kata militer Flilipina.
GMA News mengutip Kapten Jo-Ann Petinglay, juru bicara militer yang menyatakan tersangka yang tewas adalah Abdulmubin Kudalat Salamuddin alias Mubin dan Ibno Moro.
Menurut Petinglay, Salamuddin adalah petugas keamanan sebuah pusat perbelanjaan di Zamboanga City yang terciduk di kota itu pada Kamis. Ditemukan sebuah granat fragmentasi pada dirinya.
Sementara Moro tewas dalam operasi keamanan di propinsi Tawi-Tawi di selatan Filipina pada Sabtu.
Moro berada dalam daftar pencarian orang polisi Tawi-Tawi karena sejumlah insiden termasuk pembantaian tahun 1989, peculikan walikota tahun 2004, penculikan pengusaha tahun 2002, dan pembunuhan ayah dan anak tahun 2004.
Abu Sayyaf adalah satu dari empat kelompok milisi lokal yang bersumpah setia pada Daesh. Mereka diduga bekerja dengan kelompok Maute