Muhammad Abdullah Azzam
06 Agustus 2018•Update: 07 Agustus 2018
Afra Aksoy
GAZA
Seorang pemuda Palestina berusia 17 tahun, Ahmad Jihad al-Ayadi tewas, setelah mengalami luka-luka pada Jumat pertama aksi Great March of Return di perbatasan Gaza, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza.
Lewat sebuah pernyataan tertulis yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, al-Ayadi dinyatakan tewas 128 hari setelah mengalami luka-luka akibat tembakan tentara Israel di sebelah timur daerah Bureij pada Jumat pertama aksi damai di perbatasan Gaza.
Jumlah korban tewas akibat serangan tentara Israel terhadap aksi damai di perbatasan Gaza telah mencapai lebih dari 158 orang, sementara ribuan lainnya luka-luka, menurut keterangan kementerian.
Pada 14 Mei, Amerika Serikat meresmikan gedung kedutaan besar di Yerusalem setelah Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai "Ibu Kota Israel" dan mengumumkan akan memindahkan Kedutaan Besar AS di Tel Aviv ke Yerusalem pada akhir tahun lalu.
Warga Palestina melancarkan aksi damai bertajuk “Great March of Return” di perbatasan Jalur Gaza- Israel sejak 30 Maret lalu. Namun, tentara Israel menembaki penduduk sipil yang menuntut "untuk kembali ke tanah leluhur mereka dan pencabutan blokade ilegal terhadap Gaza yang telah diterapkan sejak 2006".