Maria Elisa Hospita
17 April 2018•Update: 18 April 2018
Hajer M'tiri
PARIS
Air France hanya mengoperasikan 70 persen penerbangan pada Selasa karena karyawannya masih mogok kerja.
Dalam sebuah pernyataan, maskapai penerbangan tersebut - yang merupakan bagian dari Air France-KLM - mengatakan bahwa mereka berharap dapat mengoperasikan 55 persen dari penerbangan jarak jauh dan 65 persen dari penerbangan jarak menengah dari dan ke Bandara Paris-Charles de Gaulle.
Air France juga berharap dapat mengoperasikan 80 persen dari penerbangan jarak pendeknya di Paris-Orly dan bandara di provinsi lainnya.
Aksi mogok kerja direncanakan akan berlangsung pada 17, 18, 23 dan 24 April.
Sekitar 10 serikat pekerja menyatakan mogok kerja untuk menekan pihak manajemen agar menaikkan upah mereka hingga 6 persen.
Manajemen Air France awalnya menganggap kenaikan upah "tidak mungkin" dan hanya akan menaikkan upah 1 persen yang dibayar dalam dua tahap. Namun, pada pekan lalu, manajemen mengusulkan negosiasi kenaikan gaji multi-tahun antara tahun 2019-2021 dan penggandaan revaluasi gaji untuk 2018.
Menurut Air France-KLM Group, aksi mogok kerja yang berlangsung selama tujuh hari antara 22 Februari dan 11 April telah merugikan pendapatan operasional perusahaan hampir EUR170 juta (USD209 juta).