Servet Günerigök
WASHINGTON
Aksi demonstrasi atas kematian pria kulit hitam George Floyd, yang dicekik dengan lutut hingga tewas oleh polisi kulit putih, terus berlangsung lima hari berturut-turut pada Sabtu.
Gelombang protes di ibu kota AS mengambil tempat di seberang Taman Lafayette yang berlokasi di seberang Gedung Putih.
Ribuan orang, termasuk warga kulit putih dan Muslim, berkumpul pada Sabtu malam.
Para pengunjuk rasa meneriakkan yel-yel "Saya tidak bisa bernafas," "Black Lives Matter," dan "No Justice, No Peace," sebagai bentuk protes.
Enam penangkapan dilakukan selama aksi protes pada Jumat malam, menurut Dinas Rahasia AS.
Aparat menyampaikan demonstran melanggar barikade keamanan, melemparkan botol air ke polisi dan meneriakkan slogan-slogan kecaman kepada Presiden Donald Trump.
DC National Guard turun tangan untuk membantu Polisi Dinas Rahasia setelah demonstran berbondong-bondong menuju lokasi aksi.
Polisi menggunakan gas air mata untuk memukul mundur demonstran.
Protes pertama meletus setelah Floyd, 46, meninggal setelah Derek Chauvin berlutut di lehernya di Minneapolis, Minnesota, Senin.
Chauvin, 44, ditangkap Jumat dengan dakwaan melakukan pembunuhan tetapi itu tidak memadamkan amarah atas kebrutalan dan kekerasan polisi.
Tiga petugas polisi lainnya, yang terlibat dalam kematian Floyd, dipecat bersama dengan Chauvin tetapi belum didakwa.
Tuntutan keadilan
Para pengunjuk rasa menuntut penangkapan tiga perwira lainnya dan keadilan bagi Floyd serta diakhirinya kebrutalan polisi terhadap warga kulit hitam.
Protes pada Sabtu menyebar ke California, New York, Texas, Massachusetts, Kentucky, Georgia, Illinois, Michigan, dan Washington.
Tentara Garda Nasional telah diaktifkan di beberapa negara bagian.
Setelah protes di Texas, Gubernur Gregg Abbott mengaktifkan Garda Nasional dan menyatakan, "kekerasan dan penjarahan tidak akan ditoleransi."
Di lebih dari 30 kota termasuk Los Angeles, Chicago, Atlanta dan Seattle, pihak berwenang memberlakukan jam malam untuk menghalau demonstrasi.
Di New York City, pengunjuk rasa berbaris di Harlem dan memblokir jalan raya di sepanjang Sungai East Manhattan, menurut beberapa laporan.
Departemen Kepolisian New York dilaporkan melakukan lebih dari 200 penangkapan setelah protes Jumat malam.
Di Nashville, polisi memberlakukan jam malam pada Sabtu setelah protes berubah menjadi kekerasan dan Balai Kota dibakar.
Protes damai
Selain demonstrasi yang berubah menjadi kekerasan, ada pula aksi protes damai.
Di Minneapolis, sekelompok demonstran membersihkan jalanan yang hancur akibat bentrokan antara polisi dan demonstran.
Sebelumnya, Gubernur Tim Walz mengatakan protes keras itu "tidak lagi" dilakukan untuk solidaritas Floyd.
Keputusannya diambil sehari setelah pengunjuk rasa mengabaikan jam malam di Minneapolis dan St. Paul di mana para demonstran bentrok dengan polisi dan melakukan aksi pembakaran.
Secara terpisah, walikota kota Minneapolis mengatakan kepada wartawan sebagian besar demonstran yang melakukan kekerasan bukan penduduk Minneapolis dan St. Paul.
"Kami telah melihat lembaga masyarakat terbakar. Dan saya ingin menjadi sangat, sangat jelas. Orang-orang yang melakukan ini bukan penduduk Minneapolis," ujar Walikota Minneapolis Jacob Frey mengatakan dalam konferensi pers pada Sabtu.
Trump mengatakan aksi solidaritas Floyd tidak boleh dilakukan dengan aksi penjarahan.
Berbicara di Kennedy Space Center di Florida, dia berkata: "Apa yang sekarang kita lihat di jalan-jalan kota kita tidak ada hubungannya dengan keadilan atau perdamaian."
Sejak Kamis, beberapa toko di Minneapolis dan Dallas dijarah dan dibakar.
Kematian Floyd memiliki kemiripan yang kuat dengan kematian Eric Garner, yang meninggal dalam penangkapan di New York pada 2014, yang berulang kali memohon pada petugas bahwa dirinya tidak dapat bernapas.
Saat itu, slogan “Saya tidak bisa bernapas” menjadi magnet bagi para demonstran yang berdemonstrasi menentang pembunuhan pria dan wanita kulit hitam tak bersenjata oleh polisi.
Hal itu kemudian terus beresonansi hampir enam tahun
news_share_descriptionsubscription_contact
