Maria Elisa Hospita
05 Maret 2019•Update: 06 Maret 2019
Bayram Altug
JENEWA
Seorang aktivis hak asasi manusia asal Arab Saudi mengatakan bahwa dia tahu putra mahkota Saudi berada di balik pembunuhan keji jurnalis Jamal Khashoggi.
"[Putra Mahkota] Mohammad bin Salman, seperti yang kita semua tahu, berada di balik kasus itu," tegas Yahya Assiri dalam sidang reguler Dewan HAM PBB ke-40 di Jenewa.
Khashoggi dibunuh secara brutal di dalam Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, tak lama setelah dia memasuki fasilitas diplomatik itu pada pada 2 Oktober 2018.
Assiri juga membahas pelanggaran hak asasi manusia di Arab Saudi, dengan menyoroti bahwa tidak ada satu keputusan pun yang dapat diambil di negaranya tanpa sepengetahuan bin Salman.
Bahkan, lanjut dia, Arab Saudi tidak bekerja sama dengan Pelapor Khusus PBB untuk Eksekusi di Luar Hukum Agnes Callamard dalam penyelidikan pembunuhan tersebut.
“Mengenai kasus Khashoggi, kami mendesak penyelidikan internasional dan independen. Tanpa itu, kita tidak akan mendapatkan fakta," tandas Assiri.
“Tanpa penyelidikan internasional, rezim Saudi akan merasa bebas dan mereka akan terus melakukan kejahatan. Kita harus terus menekan mereka sampai mereka mengakui bahwa Mohammed bin Salman mendalangi pembunuhan itu," kata dia lagi.
Assiri juga berterima kasih kepada Turki atas upayanya dalam menjelaskan pembunuhan itu.
Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubair bungkam soal pembunuhan Khashoggi ketika ditanyai wartawan selama pidatonya di Dewan HAM PBB.
Hingga saat ini, jenazah Khashoggi belum ditemukan meskipun informasi soal waktu, tempat, dan cara pembunuhan itu sudah terungkap.