Ahmet Dursun, Serdar Dincel
30 Juni 2025•Update: 03 Juli 2025
TEHERAN, Iran
Anadolu mendokumentasikan kondisi pasca-serangan Israel di Penjara Evin Teheran, yang menahan para tahanan politik dan menjadi sasaran rudal Israel.
Penjara tersebut terkena serangan udara Israel pada 23 Juni, sehari sebelum gencatan senjata berlaku.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan enam hari setelah serangan itu, Asghar Jahangir, juru bicara peradilan Iran, mengatakan 71 orang tewas dalam serangan Israel, termasuk staf penjara, tentara, narapidana, keluarga narapidana, dan penghuni gedung di dekatnya.
Di antara para tahanan di Penjara Evin adalah peraih Nobel Perdamaian Narges Mohammadi, yang dihukum karena "bertindak melawan keamanan nasional."
Mohammadi dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2023 saat masih di penjara.
Tim Anadolu menangkap rekaman langsung kerusakan parah di lokasi kejadian.
Seorang pejabat penjara mengatakan kepada Anadolu bahwa serangan itu dilakukan dengan tujuh rudal yang diluncurkan dari pesawat tempur.
Terlihat bahwa gedung administrasi penjara, gedung rumah sakit, gedung kantor kejaksaan dan ruang kunjungan menjadi sasaran serangan, dan khususnya gedung administrasi sebagian besar telah hancur menjadi puing-puing.
Di dalam gedung administrasi, perabotan dan dokumen terlihat robek dan berserakan, dan buku-buku di perpustakaan, termasuk salinan Al-Qur'an, rusak.
Meskipun kerusakan pada bangunan rumah sakit penjara tampak tidak separah kerusakan pada bangunan administrasi, kerusakan serius terlihat jelas.
Setelah serangan itu, dipastikan bahwa bagian luar gedung rumah sakit rusak sebagian, dan jendela serta kacanya pecah.
Ruangan tempat klinik berada juga mengalami kerusakan parah, dan tandu serta peralatan medis terlihat tidak layak digunakan.
Kantor kejaksaan mengalami kerusakan parah pada langit-langit dan dindingnya. Ali Qenaatkar Mavardiani, seorang wakil jaksa, tewas dalam serangan Israel itu.
Serangan Israel terjadi saat para tahanan sedang bertemu dengan keluarga mereka.
Ruang bertemu, yang menjadi sasaran serangan, juga mengalami kerusakan serius, dan banyak tahanan dan narapidana, beserta keluarga mereka, terbunuh atau terluka.
Bangunan tempat aula bertemu juga rusak parah akibat serangan itu.
Beberapa bangunan sipil di sekitar penjara dan mobil-mobil di sekitarnya juga rusak dalam serangan tersebut.