Hayati Nupus
25 Agustus 2017•Update: 27 Agustus 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Pemimpin Angkatan Laut dari 43 negara di dunia bertemu dalam International Maritime Security Symposium 2017 di Hotel Inaya Putri, Bali, 24-25 Agustus 2017. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas berbagai persoalan keamanan maritim di tingkat regional maupun internasional. Ini adalah pertemuan maritim ketiga yang dipelopori Indonesia.
“Berbagai isu keamanan maritime terjadi karena timbulnya kekuatan maritime baru, pencarian ladang minyak, banyak wilayah diperselisihkan, kejahatan di laut, perusakan lingkungan maritim, terorisme dan pembajakan,” ujar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi, Jumat, kepada Anadolu Agency Jumat.
Keamanan maritim di tingkat nasional maupun regional, ujar Ade, bisa memberikan sumbangan terhadap pembangunan nasional. Terlebih, sejak awal pemerintahan Kabinet Kerja, Presiden Joko Widodo telah mencanangkan Indonesia sebagai poros maritime dunia.
IMSS 2017 ini dihadiri oleh lebih dari 350 peserta. Di antaranya Perwira Tinggi AL, Atase Pertahanan, lembaga dan komunitas maritim dari seluruh dunia.
Terdapat 11 negara yang mendelegasikan Perwira Tinggi AL langsung. Selain Indonesia, yaitu Portugal, Myanmar, Kamboja, Bangladesh, Iran, Australia, Timor Leste, Filipina dan Arab Saudi.