Tarek Chouiref
16 September 2026•Update: 16 September 2026
Pertahanan udara Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone yang disebut diluncurkan kelompok Houthi Yaman di dekat Makkah, sementara kelompok tersebut membantah bertanggung jawab atas peluncuran itu, kata koalisi pimpinan Arab Saudi pada Rabu dini hari.
Juru bicara koalisi Turki al-Malki mengatakan drone tersebut dicegat pada Selasa sekitar pukul 18.50 waktu setempat (15.50 GMT) sebelum memasuki wilayah udara terbatas, sementara puing-puingnya jatuh di sebelah selatan Makkah.
Al-Malki menyebut insiden itu sebagai upaya kedua Houthi untuk menargetkan Makkah sejak 2017. Dia merujuk pada peluncuran rudal balistik ke arah kota tersebut pada 27 Juli 2017.
Dia menegaskan keamanan Dua Masjid Suci dan para jemaah merupakan "garis merah", serta mengatakan koalisi akan mengambil langkah-langkah untuk mencegah serangan lebih lanjut.
Namun, Houthi membantah bertanggung jawab atas insiden tersebut dan menolak tuduhan Arab Saudi bahwa kelompok itu meluncurkan drone.
"Klaim bahwa Makkah menjadi sasaran adalah kebohongan menjijikkan yang sudah pernah digunakan sebelumnya dan tidak lagi dapat menipu siapa pun," kata Hezam al-Asad, anggota senior Dewan Politik Tertinggi Houthi, dalam sebuah pernyataan.
Insiden tersebut terjadi sehari setelah koalisi mengatakan 13 warga sipil terluka akibat serangan rudal dan drone Houthi di Khamis Mushait, Abha, dan Taif. Tujuh rumah dan dua kendaraan juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Konfrontasi antara pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan Houthi meningkat sejak awal Juli setelah beberapa tahun relatif tenang.
Yaman dilanda perang sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada 2014. Koalisi Arab pimpinan Arab Saudi kemudian melakukan intervensi pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.