Pizaro Gozali İdrus
02 Maret 2018•Update: 02 Maret 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Pemerintah melalui Kementerian Agama memastikan proses verifikasi dan cetak visa haji pada tahun ini akan dilakukan oleh Indonesia.
“Kami sudah bersepakat dengan Kedutaan Besar Arab Saudi. Ini untuk memudahkan dan mempercepat jemaah dalam memperoleh visa,” ujar Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar Ali di Jakarta, Jumat.
Nizar mengatakan pemerintah Saudi selama ini kesulitan membaca nama latin orang Indonesia yang ditransliterasikan ke dalam Bahasa Arab.
“Ini yang bisa menerjemahkan dari Kementerian Agama. Maka kita upayakan verifikasi dan cetaknya ada di Kementerian Agama,” jelas Nizar.
Selain soal visa, kebijakan terbaru pemerintah ialah pembagian kloter jemaah haji.
Tahun ini, kata Nizar, pembagian kloter jemaah haji dilakukan sebelum pengundian tempat pemondokan atau hotel di Makkah dan Madinah (qur’ah).
Proses ini berbeda dengan tahun lalu yang masih mendahulukan qur’ah ketimbang pembagian kloter.
“Ini dilakukan agar jemaah tidak terpisah-pisah,” terang Nizar.
Calon jemaah haji Indonesia tahun ini rencananya mulai masuk asrama haji pada 16 Juli 2018.
Kloter pertama akan mulai diberangkatkan dari Tanah Air menuju Madinah pada 17 Juli 2018.