Rhany Chairunissa Rufinaldo
26 Oktober 2020•Update: 27 Oktober 2020
Jeyhun Aliyev
ANKARA
Azerbaijan mengatakan pasukan Armenia terus menyerang pemukiman sipil dan unit militernya, meskipun gencatan senjata kemanusiaan baru diberlakukan di Karabakh pada Senin.
Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa desa-desa di wilayah Aghdam, Kota Tartar dan desa-desa sekitarnya menjadi sasaran penembakan hebat.
"... Angkatan bersenjata Armenia menembaki permukiman kami, dan posisi unit Angkatan Darat Azerbaijan di sepanjang front, serta di perbatasan negara Armenia-Azerbaijan dengan menggunakan berbagai jenis senjata kecil, mortir, dan howitzer, " ungkap pernyataan itu.
Kementerian menambahkan bahwa pasukan Armenia juga melepaskan tembakan ke wilayah Tovuz, Gadabay dan Dashkesan di Azerbaijan dari wilayah Berd, Chambarak, dan Vardenis di Armenia.
Posisi unit Azerbaijan di Tartar, Aghdam, Fuzuli, Lachin dan Gubadli juga diserang.
Kementerian juga mengklaim bahwa unit-unit militer Azerbaijan sepenuhnya mematuhi gencatan senjata.
Sebelumnya, Azerbaijan dan Armenia telah menyepakati gencatan senjata kemanusiaan yang berlaku mulai Senin pagi.
Gencatan senjata kemanusiaan itu mulai berlaku pada 26 Oktober pukul 08.00 pagi waktu setempat.
Konflik Karabakh
Gencatan senjata yang kedua di Nagorno-Karabakh dimulai pada 27 September.
Hubungan antara kedua negara bekas Uni Soviet itu tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Upper Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.
Sekitar 20 persen wilayah Azerbaijan berada di bawah pendudukan ilegal Armenia selama hampir tiga dekade.
OSCE Minsk Group - diketuai bersama oleh Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat - dibentuk pada 1992 untuk menemukan solusi damai atas konflik tersebut, tetapi upaya itu tak kunjung berhasil.
Gencatan senjata kemudian disetujui pada 1994.
Sejumlah resolusi PBB serta organisasi internasional telah menuntuk penarikan pasukan pendudukan dari wilayah tersebut.