Betül Yürük
16 Agustus 2021•Update: 16 Agustus 2021
Betul Yuruk
NEW YORK
Amerika Serikat akan mengirim 1.000 tentara tambahan untuk membantu mengevakuasi staf kedutaannya dari ibu kota Afghanistan.
Presiden Joe Biden mengizinkan langkah itu untuk membantu evakuasi personel kedutaan yang sedang berlangsung di Kabul setelah Taliban mengambil alih kota tersebut.
Pasukan AS yang dikirim ke Kabul, yang jumlahnya mencapai sekitar 5.000, juga akan membantu mengevakuasi warga Afghanistan yang telah memberikan bantuan kepada tentara AS di Afghanistan selama 20 tahun.
Menurut pers Amerika, keputusan menit terakhir pemerintahan Biden ini mencerminkan kondisi keamanan yang sangat parah di Afghanistan.
Perkembangan itu terjadi setelah Taliban membuat kemajuan militer yang cepat, mengambil alih negara itu ketika pasukan pemerintah Afghanistan melarikan diri atau menyerah.
Menurut juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid, Taliban mengambil alih kendali istana presiden di Kabul pada Minggu.
Ini terjadi setelah hari yang penuh perkembangan dari menit ke menit, termasuk masuknya Taliban ke ibu kota yang terkepung dan kepergian Presiden Ashraf Ghani bersama para pembantu dekatnya.
Ghani, yang dijuluki "mantan presiden" oleh kepala Dewan Rekonsiliasi Nasional Afghanistan Abdullah Abdullah dalam sebuah pesan video, telah meninggalkan negara itu.
"Dia [Ghani] meninggalkan Afghanistan dalam waktu yang sulit. Tuhan meminta pertanggungjawabannya," kata Abdullah dalam pesan berbahasa Persia.
Setelah kepergian Ghani, mantan Presiden Hamid Karzai, politisi veteran Gulbuddin Hekmatyar dan Abdullah membentuk dewan dengan tujuan memastikan kelancaran transfer kekuasaan.
Membela keputusannya, Ghani mengatakan dalam sebuah pesan bahwa dia telah meninggalkan Kabul untuk menghindari pertumpahan darah.
Mujahid mengatakan Taliban tidak akan menerima pengaturan transisi apa pun. Sebaliknya, kelompok itu menginginkan transisi kekuasaan segera.
Dia mengatakan kepada ABC News bahwa sebuah delegasi komisi militer Taliban hadir di istana presiden untuk merundingkan pemindahan kekuasaan.
Dewan konsultatif Taliban telah mengumumkan amnesti umum untuk pasukan Afghanistan dan pejabat pemerintah dalam kasus penyerahan tanpa syarat.
- Kota hantu
Helikopter pasukan AS terlihat melakukan penerbangan bolak-balik antara Kedutaan Besar Amerika dan bandara Kabul untuk mengevakuasi diplomat AS.
"Kabul tampak seperti kota hantu saat saya berbicara. Semua toko, pasar dan restoran tutup. Jalanan terlihat sepi," kata Anis Khan, jurnalis yang berbasis di Kabul, kepada media lokal Geo News.
"Kota ini dalam cengkeraman ketakutan dan kebingungan," tambah Khan.