Michael Hernandez
25 Oktober 2022•Update: 26 Oktober 2022
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) pada Senin memperingatkan Rusia soal "konsekuensi berat" jika menggunakan "bom kotor" atau senjata nuklir lainnya di Ukraina.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan bahwa jika Rusia menggunakan perangkat nuklir improvisasi terhadap Ukraina, itu "pasti akan menjadi contoh lain dari kebrutalan Presiden [Vladimir] Putin."
"Jika dia menggunakan apa yang disebut 'bom kotor', akan ada konsekuensi bagi Rusia, apakah itu menggunakan bom kotor atau bom nuklir," kata Price kepada wartawan.
Dia tidak menguraikan jenis tanggapan apa yang sedang dipertimbangkan AS.
Sebuah bom kotor menggabungkan bahan peledak konvensional dengan bahan radioaktif yang menyebar ke seluruh area setelah ledakan.
Rusia menuduh Ukraina bersiap untuk menggunakan perangkat semacam itu, klaim yang ditolak Barat.
AS, Prancis, dan Inggris dengan tegas menolak tudingan itu pada Minggu, dan mengatakan itu adalah tuduhan palsu Rusia yang transparan bahwa Ukraina sedang bersiap untuk menggunakan bom kotor di wilayahnya sendiri."
"Dunia akan melihat melalui segala upaya untuk menggunakan tuduhan ini sebagai dalih untuk eskalasi. Kami selanjutnya menolak dalih apa pun untuk eskalasi dari Rusia," kata pernyataan bersama dari ketiga negara tersebut.