Astudestra Ajengrastrı
09 Agustus 2018•Update: 09 Agustus 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat akan menjatuhkan sanksi-sanksi kepada Rusia atas peracunan mantan agen mata-mata Rusia dan putrinya di Inggris, Kementerian Luar Negeri AS mengumumkan pada Rabu.
Sergei dan Yulia Skripal diracun dengan agen saraf pada Maret di Kota Salisbury yang berada di selatan Inggris. Pemerintah Inggris menyalahkan insiden ini pada Rusia, menyebut bahwa agen saraf yang dipakai dalam insidan ini adalah bagian dari rangkaian senjata kimia yang dikembangkan oleh Rusia dan diberi nama Novichok.
Kremlin hingga kini menyangkal bertanggung jawab atas peracunan itu.
Sergei dan Yulia sendiri kini telah pulih dari usaha pembunuhan tersebut.
Saat mengumumkan penalti, Kementerian Luar Negeri menuduh Moskow "menggunakan senjata kimia atau biologi untuk melanggar hukum internasional atau telah memakai senjata kimia atau biologi mematikan terhadap warganya sendiri".
Kementerian merujuk pada Pakta Kontrol Senjata Kimia dan Biologi dan Tindakan Pemusnahan dalam Peperangan, yang dikeluarkan pada 1991.
Rangkaian sanksi ini diperkirakan akan mulai berlaku sekitar 22 Agustus, menyusul periode notifikasi Kongres.
Seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri berkata kepada wartawan bahwa Kremlin belum diberitahu mengenai sanksi ini. Sanksi-sanksi tersebut di antaranya menolak lisensi ekspor untuk produk-produk yang memiliki implikasi pada kemanaan nasional, kata kementerian. Barang-barang yang berhubungan dengan keselamatan penumpang dalam penerbangan akan dikecualikan, termasuk juga kegiatan penerbangan dan peluncuran komersial ke luar angkasa.
Jika Rusia gagal untuk memenuhi kriteria yang disebut oleh pakta dimaksud dalam kurun waktu 90 hari, seri kedua sanksi yang "lebih keras" akan dijatuhkan, ujar pejabat tersebut.
"Kami berharap tidak akan sampai pada titik tersebut, namun pertanyaan ini lebih kepada Rusia, ketimbang kami," lanjut pejabat itu.
Di antara sanksi putaran kedua yang mungkin dihadapi Rusia adalah penangguhan maskapai negara itu, Aeroflot, untuk terbang masuk dan keluar AS, penurunan hubungan bilateral dan penghentian seluruh impor dan ekspor.
Pakta ini baru dua kali dipakai -- yang pertama di Suriah pada 2013 dan kepada Korea Utara setelah peristiwa pembunuhan dengan agen saraf VX kepada salah satu saudara tiri pemimpin Korut Kim Jong-un di Kuala Lumpur, Malaysia pada 2017.
Di Inggris, setidaknya dua orang lain dilarikan ke rumah sakit setelah menyentuh Novinchok di kota yang berada dekat dengan Salisbury.
Charlie Rowley, 45 tahun, diperbolehkan pulang dari rumah sakit pada bulan lalu, namun pasangannya, Dawn Sturgess, 44 tahun, meninggal dunia setelah tak sengaja menyentuh racun itu.
Rowley dan Sturgess harus dirawat setelah terekspos agen saraf mematikan tersebut pada 30 Juni. Polisi menemukan sebuah botol berisi zat tersebut di tempat kejadian. Sturgess tewas di rumah sakit.