Laura Gamba, Efe Ozkan
27 Juni 2026•Update: 27 Juni 2026
Pesawat angkut militer Amerika Serikat yang membawa personel dan peralatan khusus penanganan bencana tiba di Venezuela pada Jumat untuk memperkuat operasi darurat setelah dua gempa dahsyat mengguncang negara itu pada Rabu.
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Caracas mengonfirmasi pesawat angkut militer pertama yang membawa bantuan kemanusiaan tersebut telah mendarat sebagai bagian dari tahap awal mobilisasi bantuan yang disetujui Washington.
Bantuan dikirim menggunakan pesawat angkut berat C-17 Globemaster III milik Angkatan Udara Amerika Serikat.
Pengerahan tersebut melibatkan dua tim tanggap bencana yang terdiri atas sekitar 160 personel, termasuk petugas pemadam kebakaran untuk pencarian dan penyelamatan di kawasan perkotaan, dokter spesialis trauma, serta insinyur struktur yang memiliki keahlian dalam penyelamatan di bawah reruntuhan bangunan.
"Dalam semalam, pesawat C-17 Globemaster III dimuat di Pangkalan Angkatan Udara Dover dengan personel dan peralatan Urban Search and Rescue untuk dikirim ke Venezuela guna mendukung upaya tanggap kemanusiaan yang dipimpin Departemen Luar Negeri. Militer Amerika mengirimkan personel dan kemampuan yang dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa," tulis Komando Selatan Amerika Serikat (SOUTHCOM) melalui akun X pada Jumat.
Untuk membantu menemukan korban yang masih tertimbun reruntuhan, tim tersebut membawa 12 unit anjing pelacak. Para ahli menyebut anjing penyelamat sangat penting dalam 72 jam pertama setelah gempa karena mampu bergerak cepat di area reruntuhan yang tidak stabil dan sulit dijangkau.
Tim juga membawa peralatan canggih, termasuk perangkat pendeteksi suara dan kamera pencitraan termal untuk menilai kondisi struktur bangunan, melakukan evakuasi yang kompleks, serta memberikan dukungan teknis kepada petugas penyelamat setempat.
Pesawat tersebut bergabung dengan personel militer Amerika Serikat yang telah berada di Venezuela, serta pasukan yang ditempatkan di kapal angkut amfibi USS Fort Lauderdale, kapal tempur pesisir USS Billings, dan pangkalan-pangkalan militer Amerika di kawasan.
Berbicara dari Washington, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyinggung pengerahan bantuan tersebut dan situasi kemanusiaan di Venezuela.
"Kami membantu Venezuela. Mereka mengalami gempa bumi yang sangat dahsyat, banyak orang meninggal dunia—luar biasa. Kami memiliki banyak personel di sana yang sedang membantu," kata Trump.
Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez menyatakan melalui akun X bahwa dirinya telah berbicara dengan Trump dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio, yang kembali menegaskan dukungan Washington kepada Venezuela.
"Kami sangat berterima kasih atas sikap persahabatan dan kerja sama ini," ujar Rodriguez.
Trump juga menyinggung hubungan Washington dengan Caracas.
"Venezuela luar biasa. Kami memiliki hubungan yang sangat baik. Itu hanya perang satu hari. Kami menghantam mereka dengan sangat keras—perang satu hari. Kini kami telah mengambil jutaan barel minyak, dan hasilnya telah menutup biaya perang berkali-kali lipat. Yang lebih penting, mereka kini berada dalam kondisi yang lebih baik daripada sebelumnya," kata Trump.
Trump merujuk pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dalam operasi militer pada 3 Januari. Sejak itu, hubungan Amerika Serikat dan Venezuela disebut mengalami perbaikan, ditandai dengan pemulihan hubungan diplomatik, pencabutan sanksi terhadap minyak Venezuela, serta pujian Trump terhadap kepemimpinan Presiden sementara Delcy Rodriguez.