Maria Elisa Hospita
17 September 2018•Update: 17 September 2018
Dildar Baykan
NEW YORK
Korban tewas akibat badai Florence bertambah menjadi 17 orang, sementara badai terus bergerak perlahan ke arah barat, menuju Carolina Utara, pada Minggu.
Setidaknya 11 orang tewas di Carolina Utara dan enam lainnya di Carolina Selatan, termasuk seorang ibu dan bayi yang tewas di rumah mereka karena tertimpa pohon yang ambruk.
Banjir besar tengah melanda kedua negara bagian itu. Sekitar 2.800 kepala keluarga didesak untuk mengungsi karena banjir di sekitar Sungai Cape Fear di Carolina.
Pemadaman listrik juga telah menghambat aktivitas sekitar satu juta penduduk di dua negara bagian tersebut.
Menurut Pusat Badai Nasional, Florence telah memecahkan rekor curah hujan di negara bagian itu, yang membawa curah hujan sebesar 30 inci.
Sejauh ini, sejumlah lokasi telah melaporkan adanya curah hujan sebesar 20 inci, dengan prediksi lebih banyak hujan akan turun dalam beberapa hari mendatang.
Ahli meteorologi dari weathermodels.com, Ryan Maue, memprediksi Florence akan menjatuhkan sekitar 18 triliun galon air di atas teluk Mid-Atlantik, atau kira-kira setara dengan air di Teluk Chesapeake.
Pada Jumat, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pengumuman bencana untuk Carolina Utara dan mengucurkan dana federal untuk mempercepat pemulihan.